Breaking News:

Aksi Terorisme

Hati-hati Kasih Sumbangan, PPATK Terima 4.093 Laporan Transaksi Keuangan Terkait Terorisme

Kata Ivan, pihaknya banyak melihat kasus masyarakat yang menyumbang ke tempat yang salah.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerima 4.093 laporan transaksi yang diduga terkait terorisme, sejak 2016 silam. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerima 4.093 laporan transaksi yang diduga terkait terorisme, sejak 2016 silam.

"Sejauh ini PPATK sudah menerima informasi terkait informasi laporan transaksi keuangan ini."

"Yang disebut berhubungan dengan kegiatan yang diduga terorisme ini."

Baca juga: Kerap Jadi Juru Damai, Jusuf Kalla: Pahala Mendamaikan Orang Itu Paling Tinggi, Malah di Atas Salat

"Sejumlah 4.093 laporan itu dari 2016 sampai 2021," kata Deputi Bidang Pemberantasan PPATK Ivan Yustiavandana di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Dari jumlah itu, kata Ivan, pihaknya telah menyampaikan 207 laporan hasil analisis yang berkaitan dengan dugaan transaksi keuangan yang berkaitan dengan terorisme.

"Kami sudah menyampaikan hasil analisis kepada Polri, BIN sebanyak 207 laporan dari hasil analisis."

Baca juga: Dituding Dekat dengan Taliban, Jusuf Kalla: Kalau Ingin Mediasi, Kita Harus Kenal Kedua Belah Pihak

"Dari hasil itulah kemudian bisa ditelusuri seperti apa tadi pendanaannya, bahwa aliran dananya," ujarnya.

Atas dasar itu, Ivan menuturkan masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam memberikan sumbangan yang banyak beredar di masyarakat.

Dia tak mau sumbangan itu disalahgunakan untuk kegiatan terorisme.

Baca juga: Dibilang Inkonsisten, Natalius Pigai Ragukan Kapasitas dan Kompetensi Kuasa Hukum 75 Pegawai KPK

"Kami berpesan kepada saudara-saudara kita di manapun berada."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved