Breaking News:

Kriminalitas

Takut, Korban Penganiayaan Oknum Babinsa Koramil Palmerah Akui Belum Lapor Polisi atau Denpom Jaya

Korban Penganiayaan Oknum Babinsa Koramil Palmerah Akui Belum Lapor Polisi Atau Denpom Jaya. Berikut Alasannya

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
istimewa
Ilustrasi - Oknum TNI 

WARTAKOTALIVE.COM, KRAMAT JATI - Indra korban penganiayaan oknum Babinsa Koramil Palmerah belum membuat laporan ke Denpom Jaya dan Polsek Kramat Jati.

Alasannya karena ia dan keluarga takut dengan oknum tentara yang melakukan penganiayaan.

"Saya enggak mau keluarga saya kenapa-kenapa gitu, makanya belum laporan," ucap dia saat ditemui, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Anggota Babinsa Palmerah Aniaya Warga, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki: Saya Belum Dapat Laporan

Indra mengaku mendapat beberapa luka dibagian Kepala lecet, leher, perut, dan punggung.

Menurut dia, warga sekitar mengaku tidak tahan dengan sikap Babinsa tersebut.

Karena merasa jalanan di gang sempit RT 05/05, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur itu merasa miliknya sendiri.

Setiap kali ingin melintas, warga harus selalu cepat memindahkan sepeda motornya.

"Harus cepat-cepat mindahin motornya setiap kali dia lewat," jelas dia.

Baca juga: Oknum Babinsa Koramil Palmerah Aniaya Warga KramatJati, Korban Sempat Dituduh Jual Narkoba

Sebelumnya, seorang oknum anggota TNI berinisial S yang dikabarkan sebagai Babinsa Koramil Palmerah menganiaya warga di Jalan Balai Rakyat RT05/05, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (18/8/2021).

Indra Hatta (31) korban penganiayaan mengatakan, dirinya saat itu memindahkan sepeda motor karena pelaku ingin melintas.

"Jadi dia kelakson karena banyak motor di depan gang, akhirnya saya keluar mindahin satu motor Yamaha Fino," kata Indra saat ditemui Warta Kota, Jumat (20/8/2021).

Indra menerangkan, usai memindahkan, ia duduk di atas sepeda motor Fino tersebut.

Karena Indra berpikir bakal memindahkan lagi sepeda motor tersebut ke lokasi semula.

"Terus dia berhenti buka kaca, nanyain saya harga narkoba (sabu) satu gram berapa, saya jawab enggak tahu sampai empat kali," ucapnya.(m26)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved