Dituding Dekat dengan Taliban, Jusuf Kalla: Kalau Ingin Mediasi, Kita Harus Kenal Kedua Belah Pihak

JK mengungkapkan secara personal berhubungan baik dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani.

Editor: Yaspen Martinus
Dok Setwapres
Jusuf Kalla menerima kunjungan pendiri dan wakil pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, saat masih menjabat Wakil Presiden pada 2019. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab tudingan dirinya dekat dengan Taliban.

JK mengungkapkan secara personal berhubungan baik dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani.

Selain itu, kata dia, secara personal juga ia berhubungan baik dengan Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar.

Baca juga: Kabareskrim Ancam Tutup Permanen Penyedia Jasa Tes PCR yang Pasang Tarif Lebihi Harga Pemerintah

Menurutnya, hubungannya dengan kedua tokoh tersebut dalam rangka melakukan mediasi dengan kedua belah pihak yang berkonflik itu.

Hal tersebut disampaikan JK dalam webinar bertajuk Memperkokoh Jembatan Kebangsaan: Belajar Mediasi Konflik dari Pengalaman Jusuf Kalla di kanal Youtube PUSAD Paramadina, Kamis (19/8/2021).

"Banyak yang (bilang), waduh Pak JK itu orang Taliban."

Baca juga: Tulis Surat Terbuka, Muhammadiyah Minta Jokowi Pulihkan Nama Baik 75 Pegawai KPK dan Dijadikan ASN

"Padahal memang kalau kita ingin mediasi, kita harus mengenal kedua belah pihak."

"Bagaimana mungkin saya mediasi, kita mediasi antara pemerintah nasional di bawah Presiden Ghani dengan Taliban, kalau saya tidak kenal dua-duanya?"

"Karena itu saya harus adil," jelasnya.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Pandemi Covid-19 Skenario Tuhan Supaya Kita Kembali ke Jati Diri Bangsa

Selain mengenal keduanya, JK juga mengungkapkan upaya lain dalam mendamaikan kedua tokoh tersebut, di antaranya adalah membaca sejarah.

JK juga menceritakan pengalamannya mengunjungi Ibu Kota Afganistan, Kabul, dalam rangka menjalin komunikasi, baik dengan tokoh pemerintahan maupun tokoh agama di sana.

Hal-hal tersebut, kata JK, tidak hanya dilakukan dalam upaya resolusi konflik di Afganistan, melainkan juga dalam resolusi konflik di Aceh, Poso, dan Ambon yang pernah dialaminya.

Baca juga: TPU Tegal Alur Tak Bisa Lagi Tampung Jenazah Pasien Covid-19 Maupun yang Bukan

Menurutnya, langkah-langkah tersebut dilakukan untuk membangun kepercayaan dari pihak yang berkonflik, bahwa ia adalah mediator yang tidak berpihak namun mengetahui masalah.

"Jadi kalau saya kenal semua orang Taliban, itu bukan karena saya berpihak pada orang Taliban."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved