Olimpiade Tokyo 2020

Paham dengan Kondisi Lapangan Jadi Kunci Sukses Greysia/Apriyani Meraih Medali Emas Olimpiade Tokyo

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sukses meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Dok: Youtube Kemenpan RB
Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu saat mengikuti talk show yang diadakan Kemenpan RB. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sukses meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia membeberkan bahwa persiapan yang dilakukan bersama Apriyani merupakan faktor penting di balik kesuksesannya meraih medali emas Olimpiade tahun ini.

Dalam persiapan itu, Greysia dan Apriyani tidak melulu memelajari teknik dan menggembleng fisik.

Tetapi, juga ada faktor non teknis yang ia latih selama berbulan-bulan.

Greysia mengatakan bahwa pengalaman saat tampil di Jepang Open jadi poin penting dan pembelajaran berarti.

Dari situ, dirinya bisa memelajari, baik dari segi shuttlecock hingga arah angin di hall Musashino Forest Sport Plaza.

"Memang inti dari itu semua, kami sudah pernah menjalani pertandingan di Hall Musashino tu saat Jepang terbuka. Jadi kami sudah tahu. Sudah hafal shuttlecock itu seberat apa. Anginya seperti apa. Kami sudah hafal dan itu yang kami persiapkan selama dua bulan,” kata Greysia dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Pelatih Greysia Polii-Apriyani Rahayu Asal Kabupaten Bekasi, Bikin Semangat PBSI Kabupaten Bekasi

Baca juga: Kalahkan Kevin Cordon, Anthony Sinisuka Suka Ginting Genapi Kesuksesan Greysia Polii/Apriyani Rahayu

"Jadi itu kunci dari latihan, karena kami beradaptasi dengan hall yang akan digunakan. Itu sangat efektif. Latihan berbeda dengan persiapan-persiapan sebelumnya,” ujar Greysia.

Perihal faktor teknik dalam persiapan, Greysia menjelaskan bahwa memang ada perbedaan dirinya dengan Apriyani.

Terlebih, perbedaan usia mereka cukup jauh, Greysia 34 tahun sedangkan Apriyani 23 tahun.

Untuk itu pelatih memberikan latihan sesuai dengan porsi dan kebutuhan masing-masing atlet.

"Memang ada perbedaan dalam memersiapkan saya and Apri. Dari segi usia, segi teknik, dan fisik kami berbeda. Kalau dari segi teknik, saya sudah ada di top performance. Apriyani yang harus imbangi. Kalau fisik, saya tidak bisa dipaksakan, Apriyani yang harus dipaksakan,” tutur pemain jebolan PB Jaya Raya tersebut.

“Kalau mental, kami sama-sama harus ada penyeimbangan dan yang paling penting kami sudah siapkan power dan fisik,” pungkasnya.

Banyak Pengorbanan

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved