Breaking News:

PSSI

Mochamad Iriawan Ketum PSSI Bikin Sejarah, Kerjasama Dengan 7 Perguruan Tinggi di Indonesia

PSSI dan tujuh perguruan tinggi mengadakan kerjasama untuk mengimplementasikan Inpres No 3 tahun 2019 terkait percepatan sepakbola Nasional

Penulis: Abdul Majid | Editor: Umar Widodo
pssi.org
Ketum PSSI Mochamad Iriawan didampingi Sekjen Yunus Nusi, Dirtek PSSI Indra Sjafri dan pengurus lainnya melakukan MOU dengan 7 perguruan tinggi yang membidangi olahraga 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Federasi sepak bola Indonesia, PSSI baru saja menjalin kerja sama dengan tujuh Perguruan Tinggi dalam hal mengimplementasikan Inpres No 3 tahun 2019 terkait percepatan sepakbola Nasional.

Tujuh Perguruan Tinggi yang memang mempunyai fasilitas atau program studi olahraga itu yakni Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, STKIP Cimahi dan Universitas Negeri Malang.

“Saya selaku Ketua Umum PSSI menyambut gembira kerjasama dengan tujuh Universitas. In sejarah bagi PSSI sejak awal berdiri karena baru kali ini PSSI bekerjasama dengan Perguruan Tinggi yang membidangi olahraga,” kata Ketum PSSI, Mochamad Iriawan dalam kata sambutannya usai acara penandatanganan MoU Kerjasama PSSI dengan tujuh Perguruan Tinggi secara daring, Rabu (18/8/2021).

“Ini penting karena kita tahu banyak pemain-pemain yang tumbuh di kampus-kampus Indonesia. Kemampuan skill mereka tidak kalah dari pemain Liga 1 dan Liga 2. Kami sudah lakukan analisa dan ternyata banyak terjadi,” sambungnya.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan
Ketum PSSI Mochamad Iriawan (pssi.org)

Selain melihat banyaknya atlet sepak bola yang berasal dari Perguruan Tinggi, PSSI juga menjalin kerjasama ini untuk mengoptimalkan pendidikan kepelatihan serta sarana Sport Science yang dimiliki Perguruan Tinggi tersebut.

“Kerjasama ini untuk menentukan pelatih fisik dari S1, nantinya akan dipakai di tim Liga 1 dan Liga 2 dan seterusnya itu juga jadi penentu klub lisensi AFC,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

“Kemudian yang masih minim yakni pengembangan sport science sepakbola. Ini penting karena seluruh negeri sudah mengembangkan sport science, sehingga mereka tahu pemain ini cocoknya di posisi mana, terus bisa dari DNA juga, kemudian kapan baiknya pemain ini diturunkan dan sebagainya,” jelasnya.

Baca juga: PSSI Kerjasama Dengan Jakpro Penggunaan Lapangan JIS Untuk Latihan Timnas Sepak Bola Indonesia

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Sebut BNPB Minta PSSI & PT LIB Konsisten Terapkan Prokes Ketat Selama Liga 1

Sementara itu, Rektor UPI, M Solehuddin dalam acara tersebut mengatakan pihaknya bakal membantu PSSI dalam memajukan sepakbola Indonesia dengan fasilitas yang mereka miliki.

“Dari kami sendiri kerjasama ini bagi kami ini sangat dianjurkan pemerintah karena ini akan memperkaya pengetahuan mahasiswa kami karena dapat pendidikan dan masukan dari profesional dari PSSI.

"Kami ucapkan terimakasih dan mudah-mudahan kerjasama ini bisa diperluas untuk beberapa kepentingan, kami bisa beri kontribusi beasiswa atlet nasional, UPI juga bisa siapkan atlet untuk olimpiade 2036. Kami akan siapkan segalanya termasuk fasilitas yang mudah-mudahan bisa dimanfaatkan atlet daerah dan Nasional,” kata Solehuddin.

Acara MOU PSSI dan 7 perguruan tinggi yang membidangi olahraga berlangsung secara virtual untuk mengoptimalkan pendidikan kepelatihan serta sarana Sport Science yang dimiliki Perguruan Tinggi tersebut
Acara MOU PSSI dan 7 perguruan tinggi yang membidangi olahraga berlangsung secara virtual untuk mengoptimalkan pendidikan kepelatihan serta sarana Sport Science yang dimiliki Perguruan Tinggi tersebut (pssi.org)

Hal senada juga diutarakan Rektor UNJ, Komarudin. Bahkan pihaknya memberikan PSSI fasilitas Sport Science yang dimiliki UNJ.

Ia pun berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan baik sehingga bisa mencapai tujuan memajukan sepakbola Indonesia terutama dalam hal prestasi.

“Dalam upaya peningkatan prestasi tidak lepas dari science dan teknologi. Jadi sport science yang dipunyai UNJ monggo dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami punya laboratorium sports science yang sudah ditinjau Kemenpora yang berfungsi dalam memajukan olahraga Indonesia, bisa diharapkan untuk memajukan sepakbola Nasional. Kami akan hibahkan semua tenaga ahli yang kami miliki, baik itu dosen, mahasiswa ataupun alumninya demi kemajuan sepakbola indonesia,”

“Harapan kami setelah tanda tangan MoU semua rencana kerjasama yang diprogramkan dapat dijalankan sebaik-baiknya. Pembinaan dan pendidikan untuk pelatih dan perwasitan dan seluruh awak sepakbola,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved