Breaking News:

Bansos

Ekonom Indef Sebut Program Bantuan Sosial Belum Maksimal Dongkrak Konsumsi Masyarakat

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, mengatakan pengucuran bansos belum sesuai harapan.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi uang bansos - Ekonom Indef menyatakan pengucuran bansos belum mampu mendongkrak daya beli. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Efektivitas penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN), khususnya untuk bantuan sosial, dinilai masih belum optimal.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, hal tersebut tercermin pada pertumbuhan sektor konsumsi yang dinilainya cukup lambat.

Baca juga: Puji Disumpah Sebagai Vaksinator Covid-19 yang Siap Bertugas di mana pun

Diketahui, kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2021 tumbuh positif 7,07 persen (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut antara lain didukung oleh konsumsi yang tumbuh 5,93 persen, investasi 7,54 persen, ekspor 31,78 persen, dan sektor manufaktur 6,58 persen.

“Dari sisi penyerapan dan efektivitas, program PEN terutama untuk bantuan sosial masih kurang (efektif). Karena itu untuk mendorong konsumsi,” ucap Tauhid dalam diskusi Indef, Rabu (18/8/2021).

“Konsumsi kemarin ini hanya tumbuh sekitar lima persen. Sementara pada kuartal II kemarin, rata-pertumbuhan ekonomi tujuh persen. Jadi belum mencapai titik yang optimal di kuartal II,” sambungnya.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, realisasi program PEN tercatat mencapai Rp305,5 triliun hingga akhir Juli 2021.

Baca juga: VIDEO Peralatan Kurang, PMI Kota Tangsel Kewalahan Hadapi Antrean Pendonor Plasma Konvalesen

Angka tersebut setara dengan 41 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp744,75 triliun.

Bila dirinci, realisasi angka tersebut tersebar untuk beberapa klaster.

Yang pertama untuk klaster kesehatan, realisasinya tercatat sebesar Rp 65,55 triliun dari pagu sebesar Rp 214,95 triliun.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved