Breaking News:

Berita Nasional

Demi Penanganan Pandemi, Anggaran untuk Infrastruktur Alangkah Baiknya Dipotong

Hal itu dikarenakan pengalihan anggaran 100 persen akan berdampak terhadap progres di berbagai proyek strategis milik Pemerintah.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Ilustrasi: Ruas Jalan Tol Trans Jawa 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat gemar melakukan pembangunan infrastruktur.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, banyak pihak yang mendorong anggaran terkait infrastruktur dapat dialihkan untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, hal tersebut tidak bisa dilakukan apabila 100 persen anggaran infrastruktur dialihkan sepenuhnya untuk program PEN.

Baca juga: Kim Jong Un Kirim Ucapan HUT RI, Yakini Rakyat Indonesia dan Korut Ingin Kedua Negara Jadi Sahabat

Karena pengalihan anggaran 100 persen akan berdampak terhadap progres di berbagai proyek strategis milik Pemerintah.

Sekadar informasi, Kementerian Keuangan menyatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di 2021 sebesar Rp417,8 triliun.

Sementara itu Presiden Joko Widodo dalam pidato APBN Tahun 2022 Beserta Nota Keuangan di Rapat Paripurna DPR mengatakan, rencana anggaran pembangunan infrastruktur dianggarkan sebesar Rp384,8 triliun. 

Baca juga: Ferdinand Hutahaean Kembali Jadi Bahan Tertawaan setelah Tegaskan Ahmad Subardjo Asli Jawa

“Anggaran infrastruktur juga diperlukan, kalau benar-benar menghentikan sepertinya tidak bisa. Karena itu jadi salah satu agenda prioritasnya pemerintah,” ucap Eko dalam diskusi Indef secara daring, Selasa (17/8/2021).

Meskipun demikian, Eko menyarankan agar Pemerintah dapat mengurangi atau menunda anggaran infrastruktur, yang kemudian ditujukan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

Karena pada dasarnya, infrastruktur hanya merupakan sarana dan prasarana dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Harusnya yang menjadi fokus utama pada saat ini adalah pemulihan seperti di sektor kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, ataupun insentif usaha.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved