HUT RI

Yatma Maknai Kemerdekaan dengan Totalitas Bekerja Sebagai Penggali Kubur di TPU Srengseng Sawah

Banyak cara seseorang memaknai kemerdekaan, seperti Yatma, seorang penggali kubur di TPU Srengseng Sawah yang total membantu masyarakat.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
Yatma Maknai Kemerdekaan dengan Totalitas Bekerja Sebagai Penggali Kubur di TPU Srengseng Sawah
warta kota/ramadhan LQ
Yatma (44) adalah seorang penggali makam yang ada di TPU Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Warta Kota/Ramadhan L Q)

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hari Kemerdekaan mengingatkan bangsa Indonesia akan jasa para pahlawan terdahulu yang berjuang melawan penjajah.

Pada era saat ini, para pahlawan muncul dari berbagai kalangan, satu di antaranya adalah penggali makam khusus Covid-19.

Baca juga: 160.000 Ibu Hamil di Ibu Kota Mulai Menerima Vaksin Covid-19

Seperti diketahui, mereka mempunyai peran penting, terlebih ketika kasus kematian akibat virus corona melonjak.

Yatma (44) adalah seorang penggali makam yang ada di TPU Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ia mengaku sudah menjadi penggali makam di sana sejak 21 tahun atau tepatnya dari 2000 silam.

Berangkat dari dirinya yang susah cari pekerjaan, Yatma akhirnya ikut saudaranya untuk menjadi penggali makam.

“Saya masuk sini tahun 2000, karena dulu saya waktu sekolah susah cari kerja, jadi ikut saudara di sini,” ucapnya kepada Wartakotalive.com, Selasa (17/8/2021).

Di TPU Srengseng Sawah, Yatma mengatakan dirinya bekerja sejak pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

“Kadang-kadang malam juga kami kerja. Ada laporan dari sore mau nguburin, minta habis isya, ya kami kerjain,” kata Yatma.

Baca juga: VIDEO Petugas Polsek Pasar Rebo Gunakan Pakaian Pejuang dan Adat Saat Vaksinasi Covid-19 Merdeka

Dalam sehari, Yatma menguburkan paling sedikit lima jenazah sebelum pandemi Covid-19 melanda Tanah Air.

Namun, sejak TPU Srengseng Sawah dibuka untuk tempat pemakaman khusus Covid-19 pada 12 Januari, ia menguburkan 60 jenazah.

“Kalau pas sejak dibuka Januari 2021, TPU Srengseng Sawah bisa lebih dari 20 jenazah. Pernah juga sehari sampai 60 jenazah,” ujarnya.

“Pas Covid ini, kami mesti stand by. Walaupun kuburnya malam, tetap kamu harus ada di area tersebut,” tambah Yatma.

Perjuangannya itu membuat dirinya pantang mengeluh sehingga tetap menjalani pekerjaan sebagai tukang gali secara sepenuh hati.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved