Breaking News:

Berita Nasional

Membangun Kesadaran Sejarah dan Nasionalisme dengan Membaca

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memegang peranan untuk memberikan akses bahan bacaan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Kepala Perpustakaan, Muhammad Syarif Bando 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kesadaran sejarah tidak mungkin dibangun tanpa membaca buku. 

Dalam hal ini, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memegang peranan untuk memberikan akses bahan bacaan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

"Harapan terhadap generasi muda, dengan membaca mereka memiliki pengetahuan sejarah yang memadai," kata  Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya di webinar dengan tema 'Proklamasi Indonesia Merdeka 1945-1950: Data dan Fakta', Senin (16/8/2021).

Selanjutnya, kesadaran sejarah muncul sehingga terbentuk jiwa integritas generasi muda yang diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan global.

Baca juga: Jokowi Kenakan Baju Adat Baduy Sambut HUT RI, Wagub Andika: Banten Patut Bangga

Syarif Bando mengatakan, berbicara mengenai sejarah perjuangan bangsa, sama dengan mengulas jasa para pejuang.

Pejuang adalah mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raga, agar kita bisa merasakan nikmatnya kemerdekaan.

Menurut Syarif Bando, dulu, para pejuang melawan musuh yang terlihat, sedangkan generasi saat ini berjuang melawan ketidakberdayaan dalam mempertahankan Sumber Daya Alam (SDA) yang diekploitasi oleh negara lain.

Hal tersebut disebabkan ketidakmampuan dalam mengelola SDA secara baik, untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Baca juga: Kemenpan RB Beri Catatan untuk Reformasi Birokrasi Perpusnas

“Upaya Perpustakaan Nasional dalam memberikan akses bahan bacaan seluas-luasnya kepada masyarakat, mengambil bagian terkecil dalam mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, akademisi sekaligus pengamat sejarah dari Universitas Indonesia Didik Pradjoko.

Menurutnya, kesadaran sejarah hanya bisa dibangun dengan rajin membaca buku. Karena, membaca menjadi pintu masuk menuju pengetahuan.

Didik menerangkan bahwa kelompok inteligensia yang merupakan bagian dari perjuangan kebangsaan Indonesia terdiri dari anggota terpelajar yang memberikan penerangan kepada masyarakat tentang ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial.

Baca juga: Mural Jokowi 404 Not Found Dihapus, Budayawan: Seni Cara Efektif Sampaikan Keresahan Ke Pemerintah

Dengan kata lain, kelompok inteligensia berperan sebagai aktivis pergerakan kebangsaan.

“Gerakan kelompok inteligensia sangat penting dalam menyuarakan pendapat antikolonial pada saat itu. Diharapkan, pelajar dan mahasiswa di masa sekarang bisa meneladani tokoh-tokoh kelompok inteligensia ini untuk meneruskan perjuangan mereka,” ujar Didik.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved