160.000 Ibu Hamil di Ibu Kota Mulai Menerima Vaksin Covid-19

tri semester pertama merupakan masa pembentukan organogenesis, sehingga sang ibu cenderung mengalami morning sickness.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
YouTube Kompas TV
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyasar sekitar 160.000 ibu hamil untuk divaksin Covid-19.

“Karena kebijakan sudah diperbolehkan, maka kami sudah melakukan pelayanan vaksinasi ibu hamil. Sesuai rekomendasi maka saat ini kami gunakan (vaksin) terbanyak dengan Sinovac,” ujar Dwi pada Senin (16/8/2021)

Dwi mengatakan, data itu diperoleh berdasarkan rata-rata kehamilan yang dialami warga Jakarta setiap tahun. Berdasarkan keputusan dari Kementerian Kesehatan RI, jika ingin divaksin hendaknya usia kandungan di atas 12 minggu atau tiga bulan.

“Karena kebijakan sudah diperbolehkan, maka kami sudah melakukan pelayanan vaksinasi ibu hamil. Sesuai rekomendasi maka saat ini kami gunakan (vaksin) terbanyak dengan Sinovac,” ujar Dwi.

Dwi mengatakan, vaksinasi ibu hamil dengan usia kandungan di bawah 12 minggu sebetulnya masih aman. Namun pemerintah merekomendasikan di atas 12 minggu karena mempertimbangkan kenyamanan bagi ibu hamil.

Baca juga: Peringati 76 Tahun Kemerdekaan RI, Daop 1 Jakarta Bentangkan Merah Putih Pada Keberangkatan KA

Baca juga: Priska dan Willy Bangga Kibarkan Bendera Merah Putih saat HUT ke-76 RI di Masa Pandemi Virus Corona

Sebab tri semester pertama merupakan masa pembentukan organogenesis, sehingga sang ibu cenderung mengalami morning sickness. Gejala yang dirasa pada fase ini adalah mual, muntah, pusing, lemas hingga tidak nafsu makan.

“Ibu hamil biasanya di awal kehamilan ada yang mual atau berada di masa-masa tidak nyaman. Jadi kalau itu sudah lewat, ketika divaksin tidak ada rasa mual,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan ibu hamil sudah dimulai sejak pekan lalu. Hingga kini, dia belum mendapatkan data realisasi pelaksanaan vaksinasi itu, namun dia memperkirakan sudah ada ratusan ibu hamil yang sudah divaksin Covid-19.

“Masih sedikit yah, masih ratusan ibu hamil tapi prinsipnya untuk ibu hamil kami juga minta percepatan supaya bisa divaksin,” ujarnya.

Kata dia, pelaksanaan vaksin ibu hamil tetap sama dengan masyarakat umum. Mereka dapat mendatangi sentra vaksinasi langsung atau mendaftar melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Dia menyarankan, pendaftaran dilakukan melalui aplikasi JAKI karena dapat menyesuaikan jadwal vaksin sesuai keinginan. Selain itu, pendaftar juga dapat menentukan lokasi sentra vaksin yang terdekat dengan rumahnya.

Baca juga: Jusuf Kalla: Masuk Kabul dengan Damai, Saya Yakin Taliban Sudah Banyak Berubah

Baca juga: Tebarkan Semangat Kemerdekaan, Kejati DKI Bagikan Ribuan Paket Makanan Olahan UMKM Kepada Masyarakat

Dwi menjelaskan, pihaknya memakai vaksin Sinovac kepada ibu hamil karena stok yang tersedia saat ini adalah merk tersebut.

Jika nanti pemerintah pusat telah membeli vaksin merk lain dari industri farmasi, pemerintah daerah dapat memakai vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, Sinovac dan Sinopharm untuk ibu hamil

“Ibu hamil rekomendasi dari Kemenkes RI adalah Sinovac. Nanti saat Moderna, Pfizer dan AstraZeneca juga boleh kalau ada,” katanya.

“Di Jakarta lagi banyak diutamakan dosis satu gunakan AstraZeneca, kecuali ibu hamil dan remaja pakai Sinovac untuk dosis satu,” tambahnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved