Berita Nasional

Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal II-2021, Laporan Bank Indonesia: 415,1 Miliar Dollar AS

Bank Indonesia sampaikan laporan soal posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar 415,1 miliar Dollar Amerika Serikat (AS).

Editor: Panji Baskhara
ANTARA/Pixabay/Artbaggage/am
Ilustrasi: Bank Indonesia sampaikan laporan soal posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar 415,1 miliar Dollar Amerika Serikat (AS). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pihak Bank Indonesia menyampaikan laporan soal posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II-2021.

Tercatat, jumlah utang luar negeri Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar 415,1 miliar Dollar Amerika Serikat (AS).

Terkait ULN Indonesia 415,1 miliar Dollar AS, dibenarkan Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono.

Diterangkan Erwin Haryono, angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Baca juga: Akibat Pandemi Virus Corona Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi 415 Miliar Dolar AS di Mei 2021

Baca juga: Utang Luar Negeri RI Makin Meroket, Bank Indonesia: Untuk Mendukung Pembiayaan Program dan Proyek

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Sibuk Cari Utang Luar Negeri untuk Menutup Defisit APBN saat Rapat dengan DPR

“Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan II 2021 sebesar 415,1 miliar dolar AS, turun 0,1 persen (quarter to quarter/qtq) dibandingkan dengan posisi ULN triwulan I 2021 sebesar 415,3 miliar dolar AS,” ucap Erwin, Senin (16/8/2021).

Dirinya melanjutkan, secara tahunan, pertumbuhan ULN kuartal II 2021 juga melambat.

Dimana dari 7,2 persen (year on year/yoy) pada kuartal sebelumnya, menjadi 1,9 persen (yoy).

Perkembangan tersebut didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN Pemerintah dan kontraksi ULN swasta.

Untuk ULN Pemerintah, tercatat tumbuh lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Posisi ULN Pemerintah pada kuartal II 2021 mencapai 205 miliar dolar AS atau tumbuh 4,3 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada kuartal I 2021 sebesar 12,6 persen (yoy).

Perkembangan ini disebabkan oleh penurunan posisi pinjaman luar negeri seiring dengan pelunasan atas pinjaman yang jatuh tempo selama kuartal II 2021.

“ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas,” ucap Erwin.

Sementara, untuk ULN swasta tercatat mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya.

ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 0,5 persen (yoy) pada kuartal II 2021, setelah pada kuartal I 2021 tumbuh positif sebesar 2,6 persen (yoy).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved