Senin, 13 April 2026

PPKM Level 4

Pakar Keamanan Siber Peringatkan Sekuriti Mall tidak Pindai Barcode Sertifikat Vaksin

Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja minta sekuriti mall untuk tidak memindai barcode sertifikat vaksin, karena menyangkut data.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Ilustrasi pengunjung mall - Kini setiap pengunjung diwajibkan membawa sertifikat vaksin untuk diperiksa petugas. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pakar keamanan siber yang merupakan Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja memperingatkan sekuriti mal untuk tidak memindai barcode sertifikat vaksin Covid-19 para pengunjung.

Apabila dilakukan pemindaian, Ardi mengkhawatirkan kebocoran data pribadi masyarakat sehingga berpindah ke tangan orang yang tak bertanggungjawab.

Baca juga: Aisyah Aqilah Selalu Rindukan Jeff Smith, Belum Ketemu Lagi Sejak Kekasihnya Itu Ditangkap Polisi

"Sertifikat vaksin tidak boleh di-scan atau difotocopy, atau difoto oleh orang yang memeriksa, tidak boleh satpam mall foto-foto sertifikat," ujarnya, Jumat (13/8/2021).

"Hanya boleh melihat. Karena tidak ada aturan dia (satpam) boleh meng-scan. Kalau di-scan ya data kita keluar," imbuh Ardi.

Hanya pihak tertentu, dan dalam kondisi tertentu saja sertifikat vaksinasi diperbolehkan untuk dipindai.

"Barcode itu untuk aparat penegak hukum saja yang boleh. Kalau hanya masuk mall urusannya apa?" katanya.

Hal yang diperbolehkan adalah memperlihatkan sertifikat vaksin dengan data pembanding berupa KTP.

Baca juga: Sebuah Truk Jungkit Tabrak Tiang Pembatas Underpass Senen, Arus Lalu Lintas Macet Total

"Betul, barcode itu kan melekat pada NIK, urusan mereka (satpam mall) scan itu kan enggak boleh," ujarnya.

"Hanya menunjukan sertifikat digital di HP kita, aplikasi, dan lihat data pembanding KTP, selesai. Lebih dari itu enggak perlu," ungkap Ardi.

Ardi menambahkan NIK seperti layaknya kunci brankas tempat meletakkan barang-barang berharga.

"Makanya saya bilang, NIK itu kunci gembok. Kalau kuncinya sudah dipegang, bisa masuk ke akun media sosial kita, ke akun bank, itu yang bahaya," ucapnya.

Baca juga: Sekolah Santa Maria Fatima Jadi Tempat Isolasi, PT Danone Beri Bantuan Kasur ke Pemkot Jakarta Timur

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved