Berita Nasional

Pembangunan Perpustakaan Lewat DAK Diharapkan Bisa Membangun SDM di Semua Lini

Perpustakaan seharusnya jangan dipahami sebagai deretan buku baru, ditaruh di rak-rak, dan sampai membusuk. 

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Kepala Perpustakaan, Muhammad Syarif Bando 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Literasi merupakan bagian penting dalam percaturan global. 

Menurut Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, literasi tertinggi suatu bangsa adalah ketika mampu menciptakan barang dan jasa bermutu yang bisa dipakai dalam kompetisi global. 

"Globalisasi menuntut inovasi dan teknologi terbaru. Wawasan masyarakat bisa terbuka melalui literasi," kata  Syarif Bando di kegiatan'Sinkronisasi Usulan DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik Bidang Pendidikan Subbidang Perpustakaan Tahun Anggaran 2022 yang berlangsung secara virtual, Selasa (10/8/2021).

Dia memaparkan, perpustakaan seharusnya jangan dipahami sebagai deretan buku baru, ditaruh di rak-rak, dan sampai membusuk. 

Baca juga: Kemenpan RB Beri Catatan untuk Reformasi Birokrasi Perpusnas

"Waktu membusuk, pustakawan minta anggaran untuk konservasi? Tidak. Kita sudah mengubah paradigma perpustakaan menjadi 10 persen untuk management collection, 20 persen untuk management knowledge, dan 70 persen untuk transfer knowledge," ujar Syarif Bando.

Pembangunan perpustakaan melalui DAK, sambungnya, diharapkan bisa membangun kualitas sumber daya manusia di semua lini.

Selain itu juga, untuk meningkatkan nilai kualitas untuk membangun bangsa untuk berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan.

Saat ini, ada enam menu yang tersedia dalam DAK,  yakni pembangunan gedung fasilitas layanan, perluasan gedung fasilitas layanan, renovasi gedung fasilitas layanan.

Baca juga: Komisi X DPR RI Dukung Usulan Peningkatan Anggaran Perpusnas Tahun 2022

Pengadaan perabot fasilitas layanan perpustakaan, pengadaan teknologi dan informasi (TIK) layanan perpustakaan, serta pengembangan bahan perpustakaan umum.

"DAK diberikan dengan tujuan yakni pemerataan layanan perpustakaan umum yang berkualitas di provinsi dan kabupaten/kota," katanya.

Dia menambahkan, saat ini Perpusnas RI telah menerima sebanyak 1.208 usulan DAK Fisik Subbidang Perpustakaan Daerah untuk Tahun Anggaran 2022.

Baca juga: Perkuat Layanan, Perpustakaan Nasional RI Jalin Kerja Sama dengan Perpusnas Republik Islam Iran

Ribuan usulan tersebut berasal dari 449 daerah dengan rincian 31 provinsi dan 418 kabupaten/kota. (ign)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved