Breaking News:

Prostitusi Online

Tersangka Prostitusi Online Gunakan Uang Hasil Mucikari untuk Beli Sabu di Tangerang

Seorang mucikari di Kabupaten Tangerang, AS, menggunakan uang hasil prostitusi online untuk membeli narkoba jenis sabu.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Tersangka Prostitusi Online Gunakan Uang Hasil Mucikari untuk Beli Sabu di Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
AS, seorang mucikari di Kabupaten Tangerang, menggunakan uang hasil prostitusi online untuk membeli sabu.

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Salah satu tersangka kasus prostitusi online di wilayah Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, yakni AS ternyata menggunakan uang hasil mucikari untuk membeli narkotika jenis sabu.

Hal itu terungkap saat petugas Unit Reskrim Polsek Panongan yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Surya Abdul Fitri melakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka.

Baca juga: IKAPPI Keberatan atas Keputusan Pemprov DKI soal Sertifikat Vaksin saat Masuk Pasar

Kejadian ini berlangsung di Kampung Cipari, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka AS mengaku bahwa uang hasil prostitusi, selain digunakan membeli makan, juga untuk membeli narkotika jenis sabu," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Selasa (10/8/2021).

Tersangka AS mengaku mengonsumsi narkotika jenis sabu bersama dua temannya yang berinisial TBA (21) dan MIF (22).

Keduanya juga sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Barang bukti yang kami temukan yakni narkotika jenis sabu seberat 0,43 gram dan botol air mineral yang sudah dimodifikasi menjadi alat hisap sabu," tutur Wahyu.

Baca juga: Sebelum Lalai Suntikkan Vaksin Kosong, EO Sudah Vaksinasi 599 Orang di Sekolah Tempat Dia Ditugasi

Para tersangka kini masih menjalani pemeriksaan intensif.

Tersangka AS selain dijerat pasal prostitusi, juga bakal dijerat pasal tentang narkotika. 

Mereka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tersangka terancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara," kata Wahyu.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Bupati Ade Yasin Minta Warga Bogor Rayakan Tahun Baru Islam di Rumah Saja

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved