Breaking News:

Catatan Ilham Bintang

Narsisme di Balik Baliho dan Billboard Tokoh Politik di Era Pandemi Covid-19

Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono dan sejumlah tokoh politik adu narsis lewat baliho raksasa. Fenomena apa?

Editor: Suprapto
Istimewa/Kompas.com
Baliho bergambar Puan Maharani di depan kantor DPC PDIP Kabupaten Blitar bikin heboh setelah ada coretan bertuliskan 'Open BO'. Saat ini, banyak baliho tokoh politik yang dipasang di sejumlah tempat di seluruh Indonesia. 

Narsisme ini mendapatkan wadah dalam Pemilu yang menjadi industri raksasa beromzet ratusan triliun rupiah. Yang melahirkan lembaga survey, tim sukses, relawan, buzzer, termasuk juga media pers yang ikut mendulang pundi-pundi di situ.

Drama pencitraan adalah produk kolaborasi para pencari rente itu untuk menciptakan tontonan dengan "dramaturgi" mengharu biru, seperti yang biasa kita saksikan dalam lakon teater maupun film.

Dramaturgi dicetuskan pertama kali oleh Erving Goffman pada tahun 1959 yang termuat dalam karyanya berjudul "Presentation of Self in Everyday Life".

Sebuah teori yang mengemukakan bahwa teater dan drama mempunyai makna yang sama dengan interaksi sosial dalam kehidupan manusia.

Dramaturgi, menurut literatur itu, dalam konsep Erving merupakan pendalaman dari konsep interaksi sosial, yang menandai ide-ide individu yang kemudian memicu perubahan sosial masyarakat menuju era kontemporer.

Teori dramaturgi muncul sebagai reaksi atas konflik sosial dan rasial dalam masyarakat. Dramaturgi berada di antara interaksi sosial dan fenomenologi.

Nilai apa yang bisa dipetik masyarakat dari para pemimpin bermodal pencitraan, yang mereka saja pun tahu itu cuma siyasah.

Sepekan ini itulah yang ramai digugat masyarakat di berbagai media. Rakyat seperti baru tersadar sehingga menyoal "festival" spanduk, baliho, dan billboard di banyak kota besar di Tanah Air.

Baliho itu memasang wajah elite bangsa seperti Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, dan Agus Harimurti Yudhono.

Publik menyoal karena momen "festival" itu berlangsung di tengah kondisi bangsa yang terpuruk pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved