Breaking News:

Pandemi Covid 19

Meski Tiadakan 100 Pos Penyekatan untuk Digantikan Ganjil-Genap, STRP di Jakarta Masih Diperlukan

Meski Tiadakan 100 Pos Penyekatan untuk Digantikan Ganjil-Genap, STRP di Jakarta Masih Diperlukan. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

istimewa
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, dalam konferensi pers evaluasi PPKM Level 4 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perpanjangan PPKM Level 4 di DKI Jakarta pasa 10-16 Agustus 2021 memuat aturan baru dan sejumlah pelonggaran aturan.

Diantaranya adalah pemberlakuan kembali ganjil-genap untuk mengatur mobilitas masyarakat di masa PPKM Level 4. Hal ini sebagai pengganti pengawasan di 100 Titik penyekatan yang  ditiadakan mulai besok, Rabu (11/8/2021).

Meski begitu, aturan Surat Tanda Registrasi Pekerja atau STRP masih berlaku bagi pelaku perjalanan pekerja di sektor esensial dan kritikal.

"Pemprov DKI Jakarta masih mewajibkan STRP bagi pekerja di sektor esensial dan kritikal. Jadi, meski tidak ada penyekatan pelaku perjalanan masih wajib membawa STRP saat melintas di wilayah Jakarta," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafril Liputi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Banjir Setinggi Paha Orang Dewasa Rendam Garden City Hingga Siang Hari, Warga: Kapan Ditanggul?

Adapun pengawasan di beberapa titik akan dilakukan oleh petugas dari unsur TNI, Polri, dan Dishub-Satpol PP DKI Jakarta.

Ada 3 skema pengaturan ganjil-genap yang diberlakukan dengan durasi yang berbeda-beda.

"Mulai besok penyekatan di 100 titik akan kita hentikan dan kita ganti dengan 3 cara bertindak yang baru, terkait dengan pengendalian mobilitas," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Aturan ganjil-genap kembali berlaku sesuai SK Kadishub 320 Tahun 2021 mulai 10 Agustus 2021. Berikut 3 skema pengaturan ganjil-genap dan pembatasan mobilitas di DKI Jakarta:

1. Ganjil-Genap Mulai Pukul 06.00-20.00 WIB di 8 Titik:

- Jalan Sudirman
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Merdeka Barat
- Jalan Majapahit
- Jalan Gajah Mada
- Jalan Hayam Wuruk
- Jalan Pintu Besar Selatan
- Jalan Gatot Subroto

Baca juga: Ini Tips dan Trik Belajar dan Kerjakan Soal CPNS 2021

Kemudian cara kedua adalah dengan pengendalian mobilitas kawasan. Pengendalian mobilitas ini dilakukan dengan sistem patroli selama 24 jam bersama 3 Pilar yakni TNI, Polri, dan Dishub DKI yang bersinergi dengan Satpol PP.

Terdapat 20 titik pengendalian mobilitas dengan sistem patroli sebagai berikut:

- Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin
- Sepanjang Jalan Sabang
- Sepanjang Jalan Bulungan
- Sepanjang Jalan Asia Afrika-Tanjakan Ladogi
- Banjir Kanal Timur
- Kawasan Kota Tua
- Kawasan Kelapa Gading
- Jalan Kemang Raya
- Masjid Al Akbar Kemayoran
- Sunter
- Jatinegara
- Jalan Pintu 1 TMII
- PIK
- Pasar Tanah Abang
- Pasar Senen
- Jalan Raya Bogor
- Jalan Mayjen Sutoyo (Cawang PGC)
- Otista-Dewi Sartika
- Warung Buncit-Mampang Prapatan
- Ciledug Raya

Baca juga: Bantu Anda Wujudkan Mimpi Merdeka Finansial, Pegadaian Bakal Gelar Webinar Inspirasi Emas

Terakhir, pengendalian mobilitas akan dilakukan dengan sistem rekayasa lalu lintas. Pengendalian ini akan bersifat situasional dan akan diberlakukan penindakan oleh aparat apabila terdapat pelanggaran protokol kesehatan. (FANDI PERMANA)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved