Breaking News:

Berita Jakarta

TPST Bantar Gebang Nyaris Penuh Jadi Alasan Pemprov DKI Jakarta Bangun FPSA Tebet

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, milik Pemprov DKI Jakarta nyaris penuh.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Para pemulung sedang mengais rejeki dari tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi. TPST Bantar Gebang milik Pemprov DKI Jakarta nyaris penuh menjadi alasan pembangunan FPSA Tebet. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, milik Pemprov DKI Jakarta nyaris penuh.

Hal itu menjadi alasan Pemprov DKI Jakarta membangun Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara (FPSA) Tebet, Jakarta Selatan.

Meski keberadaan FPSA Tebet diklaim Pemprov DKI Jakarta ramah lingkungan, namun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta memprotes.

Alasannya, menurut Walhi Jakarta, FPSA Tebet dinilai mencemarkan udara.

Terlebih keberadaannya begitu dekat dengan permukiman warga sekitar sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat.

“FPSA Tebet merupakan upaya kami untuk mengurangi kuantitas sampah ke TPST Bantar Gebang,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Syaripudin berdasarkan keterangan pers, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Kunjungi Wisata Curug Parigi Bantar Gebang, Tri Adhianto Disambut Tumpukan Sampah Plastik

Baca juga: Sampah Warga Jakarta yang Dikirim ke TPST Bantargebang saat Lebaran Hari Pertama Tembus 2.142 Ton

Syaripudin mengatakan, tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang terus menggunung.

Bahkan per Juli 2019 tinggi gunungan sampah mencapai 43-48 meter.

Tumpukan sampah itu diprediksi terus bertambah. Sementara batas maksimal ketinggian sampah 50 meter.

FPSA Tebet bertujuan untuk mendukung optimalisasi TPST Bantar Gebang yang sedang berjalan saat ini.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved