Senin, 13 April 2026

PDHI: Sama Seperti Manusia, Hewan Juga Bisa Terpapar Covid-19 Tanpa Gejala

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Muhammad Munawaroh mengatakan virus Covid-19 bukan hal yang baru bagi bidang kedokteran hewan. 

Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Muhammad Munawaroh, saat ditemui di Kantor PB PDHI, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (9/8/2021), siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU – Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Muhammad Munawaroh mengatakan virus Covid-19 bukan hal yang baru bagi bidang kedokteran hewan

Dengan adanya virus Covid-19 yang menyerang dua harimau di Ragunan pada 15 Juli, Munawaroh menegaskan bahwa virus Covid-19 dapat menyerang hewan.

“Sudah tidak terbantahkan lagi, bahwa Covid-19 ini bisa menyerang hewan. Dan untuk sementara ini, jenis hewannya yang terdata adalah anjing, kucing, harimau, cerpelai, dan rusa,” ujar Munawaroh saat ditemui di Kantor PB PDHI, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (9/8/2021) siang. 

Baca juga: Dokter Ning: Belum Ada Bukti Penularan Covid-19 dari Hewan ke Manusia

Namun, Munawaroh mengatakan, sampai saat ini belum ada kasus penularan virus Covid-19 dari hewan ke manusia, maupun penularan virus Covid-19 dari hewan ke hewan.

“Kalau harapan saya sih jangan sampai, kalau terjadi penularan virus Covid-19 dari hewan ke manusia itu malapetaka besar,” sambung Munawaroh.  

Sama seperti manusia, hewan juga bisa terpapar Covid-19 dengan gejala ringan, sedang, berat, maupun tanpa gejala. 

Baca juga: Dua Harimau Sumatera Terpapar Covid-19, Pengawasan Hewan di Taman Margasatwa Ragunan Dipertanyakan

“Sama seperti manusia. Jadi prinsipnya gejala berat dan ringannya itu tergantung pada kondisi tubuh hewan. Manusia itu kan ada istilanya OTG, hewan juga ada yang sebenarnya kekebalan tubuhnya tinggi, tapi dia membawa virus,” jelas Munawaroh.

Lebih lanjut, kata Munawaroh, apabila kekebalan tubuh hewan rendah, maka virus yang berkembang di tubuh hewan akan semakin cepat.

Hal tersebut akan berdampak kepada semakin cepatnya organ tubuh hewan yang rusak. 

Baca juga: Satu Bulan Berjuang di ICU, Ini Kisah Seorang Dosen Lahirkan Bayinya Dalam Kondisi Terpapar Covid-19

Terjadinya penularan virus Covid-19 dari manusia ke hewan disebabkan karena virus Covid-19 bisa menempel ke hewan karena tidak memerlukan reseptor khusus.

Artinya, virus tersebut bisa dengan mudah menempel di hewan.

Sebagai informasi, pintu masuk virus Covid-19 ke tubuh manusia sering disebut dengan reseptor Angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). 

Baca juga: Hati Dea yang Terpapar Virus Covid-19 Hancur karena tak Bisa Memberikan ASI pada Bayinya

Enzim ini akan yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel di beberapa organ, seperti paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus.

Dari kejadian epidemi SARS pada tahun 2002-2003, para peneliti telah menemukan bahwa virus SARS-CoV (penyebab SARS) dapat masuk ke dalam sel inangnya dengan berikatan dengan ACE2 sebagai reseptornya.

“Kalau di manusia itu kan menempelnya di ACE2. Tapi kalau di hewan itu menurut beberapa peneliti tidak perlu memerlukan reseptor khusus. Jadi bisa menempel langsung ke semua hewan. Tapi yang sekarang terdata baru jenis hewan anjing, dan kucing. Sementara jenis burung itu belum ada,” jelas Munawaroh.

Masih menurut Munawaroh, kemungkinan gejala berat Covid-19 pada hewan dapat ditemui disejumlah hewan yang belum tervaksin.

Baca juga: Dua Harimau Sumatera Terpapar Covid-19, Pengawasan Hewan di Taman Margasatwa Ragunan Dipertanyakan

“Sama seperti manusia. Jika sudah menerima vaksin, kekebalan tubuh akan meningkat dan apabila terpapar tidak akan parah,” pungkas Munawaroh.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved