Breaking News:

Virus Corona Bodebek

Kasus Covid-19 Kota Bekasi Disebut Prof Wiku Lebih dari 20.000, Rahmat Effendi: di Mana Pasiennya?

Kasus Covid-19 Kota Bekasi Disebut Prof Wiku Adisasmito Lebih dari 20.000, Rahmat Effendi: Sekarang di Mana Pasiennya?

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com
Jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 esok, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memperingatkan agar panitia pemotongan hewan kurban di wilayah zona merah dan oranye wajib melakukan swab antigen. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyanggah apabila disebut oleh Satgas Covid-19 BNPB, bahwa wilayahnya kini terdapat 22.674 kasus aktif Covid-19.

"Nah sekarang kalau 20.000 yang aktif, sekarang di mana pasiennya?" ungkap Rahmat saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Senin (9/8/2021).

Rahmat menilai terjadi tak selarasnya pembaruan data antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah sehingga data yang ditampilkan bukan data terbaru.

"Itu kan bisa saja dari data tahun lalu, engga di-update. Kalau kita disuruh update, kan sistemnya ada disana, makanya sekarang kita kejar," ujarnya.

Selain itu, Rahmat menilai terdapat ribuan data ganda sehingga seolah-olah menambah jumlah kasus aktif di Kota Bekasi.

"Nah ini kan data lama, makanya sekarang lagi ditelusuri. Kemarin saya kan rapat sampai jam 3, sudah ketemu ada 3.000 yang double. Berartikan data dobel itu saya mesti bawa ke Kementrian Kesehatan. Oh ini dobel loh, tolong dihapus di sana," tutur Rahmat.

Baca juga: Kasus Mafia Tanah 45 Hektar, Pakar Hukum Pidana Paparkan Terdakwa Terindikasi Membuat Dokumen Palsu

Padahal, berdasarkan hasil penghitungan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat, kini hanya terdapat 12.100 kasus aktif di Kota Bekasi.

"Ternyata kemarin dari 12.100 yang diberikan pak gubernur, Kota Bekasi nih, sudah ketemu semalem ada 3.000 yang dobel," kata Rahmat.

Terlebih lagi, faktanya kini tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) telah jauh menurun setelah gelombang kedua Covid-19 mulai melandai sejak awal Agustus 2021.

Baca juga: Perang Melawan Virus Covid-19, Dewa United FC Gelar Program Vaksinasi di Hari Kemerdekaan Indonesia

"Tapi kalau BOR rumah sakit swasta dan negeri termasuk RSUD Bekasi itu sudah 41 persen, artinya jauh di bawah 60 persen. Nah memang ada data yang mesti dibersihin, data positivity rate-nya," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan Kota Bekasi menempati urutan kedua wilayah di Indonesia yang mencatatkan kasus aktif Covid-19 tertinggi.

Disebutkan bahwa di urutan pertama ditempati Kota Depok dengan jumlah 27.389 kasus aktif.

Kemudian Kota Bekasi bercokol di posisi kedua dengan total 22.674 kasus aktif. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved