Breaking News:

Virus Corona

Widyastuti Bantah Laporan BPK RI soal Pemborosan Pembelian Alat Rapid Test Covid-19

Bantahan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta itu soal pemborosan pembelian alat rapid test senilai Rp 1.190.908.000 pada tahun 2020.

Dok BNPB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti membantah telah terjadi pemborosan dalam pembelian alat rapid test Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta membantah telah laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta.

Bantahan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta itu soal pemborosan pembelian alat rapid test senilai Rp 1.190.908.000 pada tahun 2020.

Selain itu, Dinkes DKI Jakarta juga membantah ada kerugian negara, melainkan hanya persoalan administrasi.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memastikan, temuan tersebut masuk dalam aspek administratif.

Menurut dia, BPK RI tidak merekomendasikan pengembalian uang dari pengadaan barang tersebut.

Artinya, di Dinkes DKI Jakarta tidak ada pemborosan dalam belanja rapid test antigen tersebut.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Klaim Pengadaan Masker N95 dan Alat Rapid Test Covid-19 Sesuai Aturan

Baca juga: BPK Temukan Pemborosan Pembelian Alat Rapid Test dan Masker oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta

“Proses pengadaan (alat rapid test) pada masa pandemi memiliki kesulitan tersendiri, karena harga satuan yang sangat beragam,” kata Widyastuti seperti dikutip berdasarkan keterangan pers, Minggu (8/8/2021).

Sementara itu, pengambilan keputusan, kata dia, harus cepat karena terkait percepatan penanganan Covid-19.

Namun demikian, klaim Widyastuti, BPK menyatakan tidak ada kerugian daerah atas pengadaan tersebut

Dia menjelaskan, temuan BPK yakni tentang perbedaan harga atas pengadaan rapid test antibody merk Clungene.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved