Pendidikan

Terkait Usulan Uang Pesangon Dosen dan Karyawan, Begini Penjelasan Universitas Mercu Buana

Beredar informasi terkait usulan uang pesangon dosen dan karyawan UMB yang sepakat mengakhiri kerjasama atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

mercubuana.ac.id
Pihak Universitas Mercu Buana menjelaskan informasi terkait usulan uang pesangon dosen dan karyawan UMB yang sepakat mengakhiri kerjasama atau pemutusan hubungan kerja (PHK). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Yayasan Menara Bhakti yang memayungi Universitas Mercu Buana (UMB) menjelaskan informasi terkait pesangon dosen dan karyawannya.

Belakangan beredar informasi terkait usulan uang pesangon dosen dan karyawan UMB yang sepakat mengakhiri kerjasama atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

Informasi yang beredar menyebutkan, permasalahan pesangon dosen dan karyawan PHK tidak sesuai aturan.

Baca juga: Karyawan dan Dosen UMB Protes Pesangon Tak Sesuai Aturan, Pihak Kampus Sebut Keputusan di Mediator

Baca juga: STMM Yogyakarta Jadi Kampus Digital, Menkominfo: Siapkan SDM Bertalenta Digital

UMB menyayangkan beredarnya informasi itu.

Saat ini masalah tersebut masih dalam tahap mediasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Energi DKI Jakarta.

"Sudah ada kesepakatan terkait pesangon. Ini masih dalam proses mediasi," kata Juru Bicara dan Tim Komunikasi UMB Riki Arswendi melalui siaran tertulis, Minggu (8/8/2021).

Baca juga: Jawaban Universitas Mercu Buana Terkait 15 Dosen yang Dipecat Tanpa Pesangon

Baca juga: Universitas Mercu Buana Tunggu Proses Disnaker DKI Jakarta Terkait Pemecatan 23 Dosen dan Staf

Perihal adanya perbedaan jumlah pesangon yang ditawarkan antara pihak berperkara, lanjut Riki Arswendi, adalah sesuatu yang lumrah dalam proses mediasi.

"Ada pertemuan dan komunikasi pihak yayasan dan para karwayan dan dosen PHK," jelas Riki Arswendi.

Baca juga: Kampus Universitas Indonesia Dibanjiri Karangan Bunga Berisi Sindiran untuk Sang Rektor Ari Kuncoro

Baca juga: Maudy Ayunda Kenalkan Lagu Baru Berjudul Dont Know Why Setelah Lulus dari Universitas Stanford

Perhitungan pesangon yang diusulkan Yayasan Menara Bhakti sebagai pengelola UMB ke dosen dan tendik bermasalah, dihitung berdasar Amanat Pasal Pasal 157 UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Komunikasi intensif Yayasan bersama para karyawan serta dosen PHKini diharapkan menemui hasil akhir yang baik untuk kedua pihak.

Baca juga: Percepat Herd Immunity, Ikatan Alumni Universitas Diponegoro DKI Jakarta Gelar Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Prihatin Kondisi Transportasi di Indonesia, Isti Hidayati Raih PhD Terbaik di Universitas Groningen

"Besaran pesangon yang diterima para dosen dan tendik bermasalah nilainya bervariasi sesuai masa kerja, gaji dan jabatan," kata Dudi Hartono, juru bicara UMB.

"Kami berharap penjelasan yang kami sampaikan ini dapat menjadikan permasalahan ini menjadi jelas dan berimbang," lanjut Riki Arwendi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved