Olimpiade Tokyo 2020

Sosok Dibalik Keberhasilan Lifter Windy Cantika Aisah Raih Medali Perunggu Olimpiade Tokyo 2020

Sosok Dibalik Keberhasilan Lifter Windy Cantika Aisah Raih Medali Perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Simak selengkapnya.

istimewa
Windy Cantika Aisah, atlet angkat besi peraih medali perungu di Olimpiade Tokyo 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pepatah "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" barangkali sangat tepat untuk menceritakan perjalanan karier seorang Windy Cantika Aisah, atlet angkat besi Indonesia. 

Cantika, panggilan akrabnya, mempersembahkan medali perdana untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Lifter berusia 19 tahun itu tampil di nomor 49kg putri.

Dengan total angkatan 84kg di snatch dan 110kg di clean and jerk, Cantika berhasil finis di urutan ketiga dan mempersembahkan sebuah medali perunggu untuk Indonesia.

Baca juga: Ramai Poster Luhut Binsar Pandjaitan Maju Jadi Capres 2024, Ini Kata Jubir

Ibunda Cantika, Siti Aisah ternyata adalah mantan atlet angkat besi yang pernah mengikuti berbagai kejuaraan tingkat dunia pada tahun 1980-an. 

"Saya dulu juga atlet angkat besi. Ibarat pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," tutur Siti Aisah saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Sabtu (7/8/2021). 

Beberapa kali Siti Aisah sukses mempersembahkan medali perak di kejuaraan tingkat dunia. 

"Saya pernah ikut kejuaraan dunia di Amerika Serikat. Terakhir kejuaraan dunia kedua di Indonesia, tahun 1986 atau 1987 kalau tidak salah."

"Saya dapat juara kedua dunia. Kalau kejurnas saya dapat medali emas. Kalau kejuaraan dunia saya dapat perak terus," tutur Siti Aisah.

Baca juga: Maula, Pedagang Kue Tradisional yang Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Cantika Latihan Jadi Lifter Sejak Duduk di Bangku SD

Siti Aisah menceritakan, dirinya mulai melatih sang putri tercinta menjadi seorang atlet angkat besi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). 

Cantika mulai dilatih oleh Siti Aisah tentang teknik-teknik dasar angkat besi dari kelas 2 SD.

"Saya latih dari kelas 2 SD di depan rumah. Awalnya pakai paralon, pipa, barbel pakai semen. Di rumah latihan teknik-teknik dulu," kenang Siti Aisah.

Saat kelas 5 SD, kata Siti Aisah, sang putri sudah bisa angkat beban seberat 20 kg - 30 kg. 

"Kemudian saya daftarkan di pengcab. Cantika saya antar jemput juga setiap latihan. Di pengcab sudah dia bagus kita latihan di porda. Alhamdulilah di kelas 6 SD ikut porda sudah dapat medali emas juga," tutur Siti Aisah.

Baca juga: Terkepung Asap Tebal Kobaran Api, Satu Keluarga di Ruko Pasar Malabar Tewas Kesulitan Bernapas

Alami Banyak Cidera Jelang Olimpiade Tokyo

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved