Maula, Pedagang Kue Tradisional yang Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Maula, Pedagang Kue Tradisional yang Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Yolanda Putri Dewanti
Pedagang Kue Dongkal di Rawalumbu Kota Bekasi, Sabtu (07/08/21) 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kue Dongkal merupakan salah satu jajanan tradisional khas dari Betawi yang kini sudah jarang ditemui. Kue dengan bahan baku utama yang digunakan adalah tepung halus yang berasal dari tumbukan beras.

Meski sulit ditemui, namun kue dongkal masih banyak diminati sebagian besar masyarakat terutama para pecinta kuliner jajanan tradisional.

Ditengah adanya pandemi Covid 19 ini, pedagang kue dongkal di Rawalumbu Kota Bekasi masih mampu bertahan meski kondisi perekonomian masyarakat sedang lesu.

Selaku pedagang kue dongkal Maula, mengatakan bahwa sejak adanya pandemi Covid-19 khususnya saat penerapan PPKM Level 4 ini, omzet yang didapatkannya dari berjualan kue tradisional menurun.

Baca juga: Tren Kematian Akibat Covid-19 di Luar Jawa & Bali Meningkat 283,41 Persen

"Iya, penurunan ada, ya hampir 50 persen," ujarnya kepada wartakota, Sabtu (07/08/21) malam.

Kata Maula, sebelumnya adanya PPKM Level 4 omzet yang didapatkan sekiranya Rp500.000, namun saat ada PPKM Level 4 ini paling banyak dapat Rp400.000.

"Sebelum PPKM itu sampe sekitar 500 ribu setelah ada PPKM ya 400rb itu udah paling banyak soalnya kan di daerah sini juga semenjak PPKM itu jam 8 malam mulai sepi, banyak juga yang tidak keluar rumah," ujarnya

Ia juga mengatakan bahwa dirinya mampu bertahan dikala pandemi Covid-19 dengan berjualan jajanan tradisional, dikarenakan peminat kue khas Betawi tersebut masih lumayan banyak, bahkan tidak hanya dicari warga sekitar Rawalumbu saja, namun warga lain di luar wilayah Rawalumbu pun banyak.

"Saya bisa bertahan karena peminatnya juga lumayan banyak,masih banyak yang nyari bahkan tidak dari daerah Rawalumbu saja, dari daerah lain juga banyak yang datang," ujarnya.

Lanjutnya, biasanya Maula mendapatkan pesanan untuk acara pernikahan atau pun acara lainnya, namun dikarenakan saat ini tidak diperbolehkan menggelar acara jadi pesanan untuk pesta pun sepi dan bahkan tidak ada.

Baca juga: Belasan Ribu Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Ditargetkan Ikut Vaksinasi Dosis Ketiga

Kata pria berusia 30 tahun ini, sebelumnya adanya pandemi ia bisa menghabiskan lebih dari lima kukusan kue dongkal, tetapi untuk sekarang empat kukusan saja sudah paling banyak.

"Ya, hari biasa bisa di atas lima kukusan, pas PPKM sehari paling empat kukusan," ungkapnya.(m27)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved