Gaya Hidup

Jangan Umbar Data Pribadi, Tutup Celah Kesempatan bagi Pelaku Kejahatan

Agustina mengingatkan agar masyarakat lebih bijak ketika mengelola akun-akun merka di situs-situs online.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Diskusi virtual bertajuk “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--PR Manager Lembaga Keamanan Siber dan Digital/Communication and Information System Security Research Center (CiSSrec), Ny. Dwi Cahyo menyebut pentingnya menjaga data keamanan internet dalam era digital saat ini.

Menurut dia, banyak orang asyik bermedia sosial lantaran di sana menerapkan sebuah algoritma.

Sehingga, munculnya konten maupun iklan di beranda selalu disesuaikan dengan laman yang sering diakses serta hal-hal yang kerap diunggah, dikomentari, atau disebarkan.

"Penting sekali diingat bahwa kita harus bisa berhati-hati dalam bermedia sosial. Sudah banyak kasus kejahatan internet dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum melek bagaimana cara menggunakan internet, termasuk media sosial, dengan aman," ungkap Dwi Cahyo dalam diskusi virtual bertajuk “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Jeli Melihat Peluang Usaha Daring untuk Hasilkan Pundi-pundi Uang

"Sedangkan ancaman yang sering dan perlu diwaspadai di internet adalah cyberstalking, cyberbullying, nine predation, offensive content, serta sextortion," imbuhnya

Sementara itu, Perintis Kawasan Non Tunai Indonesia dan Relawan TIK, Agusnia Hasan Sulu juga mengingatkan kewaspadaan masyarakat ketika melakukan belanja online.

Menurutnya, kegiatan belanja online semakin lebih mudah karena telah didukung fitur pembayaran digital atau digital payment yang dapat digunakan hanya dengan gawai.

"Tipe-tipenya antara lain, mobile banking, SMS banking, internet banking, serta uang elektronik atau dompet digital," kata dia.

Agustina mengingatkan agar masyarakat lebih bijak ketika mengelola akun-akun merka di situs-situs online.

"Sebab banyak pelaku kejahatan juga menyasar pemilik akun belanja online ini," ungkapnya.

Sekjen Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Sulawesi Utara, Quldo Kalnde menambahkan, berdasarkan data Patroli Siber, selama Januari 2020 hingga Juli 2021, dari total 2.259 laporan yang diterima jumlah penipuan online mencapai 649 laporan dan penyebaran konten provokatif sejumlah 1.048 laporan.

Baca juga: Nurul Arifin Kritik Kominfo Terkait Program Analog Switch Off

"Kejahatan konvensional kini merambah ke internet lantaran lebarnya kesempatan bagi seseorang untuk melaksanakan aksi kejahatannya," imbuhnya.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo.

Kali ini program dilaksanakan secara virtual pada 6 Agustus 2021 di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved