Virus Corona

Ahmad Riza Patria: Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak 2 Kali Lipat Akibat Abai Protokol Kesehatan

Menurut Ahmad Riza Patria, warga sempat terlena dan mengabaikan protokol kesehatan ketika kasus Covid-19 di Jakarta menurun.

Warta Kota
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau lokasi sentra vaksinasi Covid-19 di SMK Negeri 24 Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/8/2021). Menurut dia, kasus Covid-19 di Jakarta melonjak pada Juni-Juli 2021 karena masyarakat mengabaikan protokol kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kasus Covid-19 di Jakarta naik dua kali lipat pada Juni -Juli 2021 akibat masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, warga sempat terlena ketika kasus Covid-19 di Jakarta menurun.

“Tahun lalu kita mengalami peningkatan, lalu alhamdulillah turun signifikan," kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/8/2021).

"Kemudian beberapa lama kita abai dan lalai lalu meningkat lagi (Juni-Juli 2021), dan sekarang kita bersyukur terjadi penurunan signifikan,” katanya lagi.

Dia mengatakan, masyarakat harus patuh terhadap prokes 5M ketika berada di luar rumah.

UPDATE Vaksinasi Covid-19 7 Agustus 2021: Dosis Pertama 49.801.823, Suntikan Kedua 23.345.264 Orang

Baca juga: Relawan Covid-19 Merdeka Titip Tanaman ke Saudaranya Sebelum Meninggal, Beri Pesan Mau Pergi Jauh

Mereka juga harus menaati kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang dikeluarkan pemerintah daerah atas instruksi Kementerian Dalam Negeri.

“Tentu harus didukung sikap disiplin dan tanggung jawab oleh masyarakat, agar mereka tetap berada di rumah dan melaksanakan prokes serta melaksanakan PPKM level 4 sebaik mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah DKI terus melakukan kampanye tentang PPKM level 4 kepada masyarakat melalui satuan tugas (satgas) yang berada di tingkat RT/RW dan kelurahan.

Mereka juga ditugaskan untuk memonitor warganya yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman).

Segala keperluan pokok warga yang sedang isoman dapat dipenuhi secara baik.

“Kita tidak boleh kendor dan tidak boleh lalai, apalagi abai. Jadi tetap disiplin prokes dan kami pemerintah juga akan terus meningkatkan 3T (tracing, testing dan treatment) untuk menanggulangi Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Segera Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil, Puskesmas Kramat Jati Siapkan Tenda Khusus

Baca juga: Pemkot Tangsel Bakal Bagikan 3 Ton Telur Ayam Bantuan Kemendag untuk Lansia Peserta Vaksin Covid-19

Seperti diketahui, beberapa pekan lalu kasus aktif Jakarta meroket hingga 113.000 orang pada 16 Juli 2021.

Sekitar 40 persen dari orang yang terpapar Covid-19 itu membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Saat lonjakan kedua terjadi, IGD di sejumlah rumah sakit penuh pasien dengan gejala Covid-19.

Namun demikian, secara perlahan kasus aktif kembali menurun, hingga terakhir Jumat (6/8/2021) mencapai 12.787 orang.

Sementara untuk kasus aktif secara total mencapai 827.842 orang.
Rinciannya, 802.373 orang dinyatakan sembuh, 12.682 orang meninggal dunia dan 12.787 masih terpapar Covid-19.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,4 persen.

Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,2 persen.

WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved