Pimpinan KPK Tiga Kali Membangkang Soal Nasib Pegawai, Novel Baswedan Berharap Jokowi Tak Diam

Penyidik nonaktif itu berharap Presiden Jokowi akan menyoroti tindakan itu sebagai permasalahan yang serius.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Novel Baswedan berharap Presiden Jokowi bertindak atas pembangkangan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait alih status pegawai. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Novel Baswedan berharap Presiden Jokowi bertindak atas pembangkangan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait alih status pegawai.

Penyidik nonaktif itu berharap Presiden Jokowi akan menyoroti tindakan itu sebagai permasalahan yang serius.

“Saya berharap Presiden akan melihat hal ini, dan tidak akan membiarkan perbuatan demikian,” ucap Novel dalam jumpa pers virtual, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Tes Wawasan Kebangsaan Dibilang Maladministrasi, KPK Kirim Surat Keberatan kepada Ombudsman

Novel mengatakan, pimpinan KPK telah mengabaikan pertimbangan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang alih status pegawai tidak boleh merugikan.

Pimpinan juga membangkang dari arahan Presiden Jokowi yang meminta agar tes wawasan kebangsaan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan lembaga.

Novel mengatakan sikap pimpinan KPK yang menolak melakukan tindakan korektif dari Ombudsman, menyempurnakan sikap membangkang itu.

Baca juga: Kejaksaan Agung Segera Pecat Pinangki Usai Dieksekusi ke Lapas, Tak Terima Gaji Sejak September 2020

Dia berharap Ombudsman bisa lebih memberikan desakan kepada KPK agar mau melaksanakan kewajibannya.

Menurut Novel, maladministrasi yang terjadi dalam proses TWK adalah hal yang serius.

Dalam prosesnya, kata dia, terjadi masalah integritas hingga manipulasi.

Baca juga: Arief Poyuono Tantang DPR Keluarkan Mosi Tidak Percaya dan Bentuk Pansus Penanganan Covid-19

Novel menganggap tindakan itu sangat memalukan dilakukan oleh pimpinan yang mengaku memimpin lembaga antikorupsi.

“Ini aib besar, tapi mereka tidak terganggu,” ujarnya.

Novel menganggap alasan pimpinan emoh melaksanakan tindakan korektif dari Ombudsman tidak solid.

Baca juga: Kemenag Dorong 608.806 Masjid dan Musala di Indonesia Dijadikan Sentra Vaksinasi Covid-19

Dia menganggap pembelaan itu dibuat hanya untuk menghindar.

“Saya sendiri malu saat mendengarnya,” ucap Novel.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved