Breaking News:

Onderdil Eskavator di TPU Jombang Dipereteli Maling, Proses Penggalian Makam Covid-19 Terganggu

Adapun Tabroni mengaku pihaknya tengah melaporkan insiden pencurian tersebut kepada Polres Tangsel.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Kawanan maling menggasak onderdil Eskavator di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangsel. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rizki Amana

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Aksi pencurian terjadi di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) khusus jenazah infeksi covid-19. 

Kawanan maling mengondol suku cadang alat berat atau Ekskavator yang selama ini digunakan untuk membantu membuat galian liang lahat.

Kepala TPU Jombang, Tabroni mengatakan insiden pencurian suku cadang alat berat Ekskavator itu diduga terjadi pada Sabtu, 31 Juli 2021. 

Pasalnya, ia bersama petugas pengelola makam baru menyadari aksi pencurian tersebut pada Minggu, 1 Juli 2021. 

"Kronologis kejadiannya itu kita tahu di hari Minggu jam 10.00 pagi tukang gali menginformasikan bahwa alat berat Beco tersebut beberapa bagian hilang," kata Tabroni. 

Baca juga: TPU Jombang tak Membuka Lahan Baru untuk Jenazah Covid-19 Nasrani karena Tersisa 1.700 Liang Lahat

Baca juga: TPU Jombang Makamkan 108 Jenazah Covid-19 dalam Sembilan Hari di Lahan Seluas 4.000 Meter Persegi

Baca juga: VIDEO Jumlah Pemakaman Jenazah Covid-19 TPU Jombang Mengalami Penurunan

"Dia menginformasikan ke saya bahwa bukan hanya gear boks tapi panel-panel komputer itu yang di dalam. Terjadi kerusakan pintu sehingga dia bisa masuk ke dalam kabin dashboard tersebut," lanjutnya. 

Tabroni menuturkan akibat insiden tersebut pihaknya tak dapat melakukan operasional penggalian lubang makam khusus jenazah infeksi covid-19. 

Hak tersebut ditengarai suku cadang pada eskvataor tersebut yang hilang hingga tak dapat diopersikan. 

Baca juga: Japong Sempat Takut Menjadi Tukang Gali Makam untuk Jenazah Covid-19 di TPU Jombang

Baca juga: Lahan Baru TPU Jombang untuk Pemakaman Covid Tersisa 700, Umat Nasrani Tersisa 100 Liang Lahat

"Tidak bisa, sistem komputernya tidak ada, gearbox untuk rodanya tidak ada. Kami kan ada ekskavator, ekskavator ini memang sebenarnya diperbantukan di zona dua," ungkapnya. 

Adapun Tabroni mengaku pihaknya tengah melaporkan insiden pencurian tersebut kepada Polres Tangsel. 

"Saya sudah datang ke Polres Tangsel. Tetapi, karena alat ini pinjam dari dinas lain yaitu Dinas PU saran dari Reskrim Polres Tangsel itu, dinas PU yang mengetahui nominal akibat dari pencurian itu kisaran harga kerugian berapa jadi kami kembali dan menyarankan PU yang melapor untuk melaporkan kerugian tersebut," pungkasnya. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved