Virus Corona Jakarta

Norma Damayanti sudah Lima Kali Donor Plasma Konvalesen setelah Ibu Meninggal Akibat Covid-19

Norma Damayanti (26), penyintas Covid-19, keranjingan mendonorkan plasma konvalesen karena ibunya meninggal akibat virus Covid-19.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
Norma Damayanti sudah Lima Kali Donor Plasma Konvalesen setelah Ibu Meninggal Akibat Covid-19
warta kota/ramadhan LQ
Norma Damayanti, penyintas Covid-19, yang keranjingan mendonorkan plasma konvalesen karena terpanggil setelah ibunya meninggal dunia akibat virus berbahaya itu.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Norma Damayanti (26) merupakan penyintas Covid-19 yang pernah terpapar pada Juni 2020.

Awalnya, pada 23 Juni, ibunya merasakan gejala seperti meriang, kemudian lidah terasa pahit ketika makan. 

Selang beberapa hari, tepatnya pada 26 Juni, Norma mengalami demam, badan lemas, dan nafsu makan menurun drastis.

Baca juga: Ini Lima Destinasi Messi setelah Barcelona, Bisa Jadi Duet dengan Ronaldo

Kondisi parah itu membuat mereka dibawa ke rumah sakit dan opname alias rawat inap. Norma dirawat selama 22 hari.

Namun, di tengah upaya sang ibu untuk sembuh, Norma harus kehilangan ibunda tercinta pada Juli 2020.

Usai sembuh, ia memberikan plasma darahnya kepada pasien coronavirus disease atau Covid-19 yang membutuhkan. 

Kepada Wartakotalive.com, Jumat (6/8/2021), Norma mengatakan, sudah mendonorkan plasma konvalesen hingga lima kali.

“Awal donor itu dari komunitas saya, MIK SEMAR yang punya banyak turunan. Salah satunya RDD (Relawan Donor Darah),” ujar Norma. 

“Seorang pengurus RDD hubungi saya, apakah saya bersedia untuk jadi pendonor plasma konvalesen di RS Kariadi, Semarang,” tambahnya.

Wanita asal Semarang tersebut kemudian menjadi pendonor sukarela plasma konvalesen hingga saat ini.

“Dan saya hanya mau donor apheresis. Donor apheresis bisa per dua minggu. Kalau metode whole blood harus satu bulan sekali,” kata Norma.

Baca juga: Menangkan Gugatan Kasasi MA, Pemprov DKI Segel dan Tutup Permanen Wisma Shinta Pulogadung

Metode apheresis menggunakan plasma darah dari pasien Covid-19 yang dinyatakan pulih dengan kondisi kaya antibodi poliklonal.

Secara klinis, hal tersebut dianggap dapat menyembuhkan pasien virus corona yang tengah mengalami gejala sedang hingga kritis.

Norma menjelaskan sejumlah persyaratan donor plasma konvalesen pada umumnya, seperti berat badan minimal 55 kg.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved