Olimpiade Tokyo

Lifter Eko, Windy dan Rahmat Diguyur Bonus Hasil dari Meraih Medali Angkat Besi Olimpiade Tokyo

Mulai dari Eko Yuli, akan mendapat bonus Rp 2 Miliar dari negera sebagai apresiasi meraih medali perak dari kelas 61 Kg 

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Umar Widodo
NOC Indonesia
Eko Yuli Irawan Lifter Indonesia kelas 61 Kg berdiri diatas podium kehormatan menerima medali perak Olimpiade Tokyo 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tiga lifter Indonesia berjaya di cabor angkat berat Olimpiade Tokyo, yaitu Windy Cantika Aisah, Eko Yuli Irawan dan Rahmat Erwin Abdullah.

Eko Yuli berhasil meraih medali perak, sementara Windy dan Rahmat meraih medali perunggu. Ketiga lifter tersebut akan mendapatkan bonus melimpah dari Pemerintah, Pemda dan pengusaha yang peduli.

Mulai dari Eko Yuli, akan mendapat bonus Rp 2 Miliar dari negera sebagai apresiasi meraih medali perak dari kelas 61 Kg 

Selain itu Eko juga akan mendapatkan uang senilai Rp 250 juta dari pengusaha asal Malang, Gilang Widya Pramana. Tentu bonus lainnya pun ia dapatkan dari pihak-pihak lainnya.

Sementara itu, Windy peraih medali perunggu kelas 49 Kg dan Rahmat peraih perunggu kelas 73 Kg akan mengantongi bonus masing-masing Rp 1 Miliar dari pemerintah dan tambahan Rp 100 juta dari Gilang Widya Pramana.

Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah (19) yang bertanding di kelas 49 Kg berhasil meraih medali Perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di Tokyo International Forum, Sabtu (24/7/2021)
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah (19) yang bertanding di kelas 49 Kg berhasil meraih medali Perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di Tokyo International Forum, Sabtu (24/7/2021) (screenshoot vidio)

Bonus lain dipastikan berdatangan kepada keduanya baik dari pemerintah daerah maupun pihak lainnya. 

Diguyur bonus fantastis, ketiganya sudah mempunyai rencana untuk apa uang bonus itu dipergunakan nantinya. 

Eko Yuli Irawan yang sudah empat kali ikut Olimpiade dan empat kali bonus lebih dalam memanfaatkan bonus yang didapatnya.

"Ya yang pasti ada ditabung, dan didiskusikan juga dengan orang rumah juga, kan ada keluarga, ada anak juga, ada tanggung jawab ke depan jadi lebih, gimana caranya lebih menghasilkan di luar olahraga ini. Yang cocok itu apa, yang bisa dibangun. Harus didiskusikan bersama," ucap Eko dalam konferensi pers bersama media lewat aplikasi Zoom, Jumat (6/8/2021).

Berbeda dengan Eko yang sudah berkeluarga dan memiliki dua buah hati, Rahmat dan Windy masih tergolong atlet muda dan belum punya tanggungan.

Keduanya sepakat untuk menabung bonus yang didapatnya nanti.

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah terlihat sangat bangga usai dinyatakan dapat medali perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo
Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah terlihat sangat bangga usai dinyatakan dapat medali perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo (NOC Indonesia)

"Belum kepikiran buat digunakan kemana. Ditabung saja, kalau ada keperluan tiba-tiba baru dipake," ujar Rahmat.

Hal yang sama diucapkan oleh lifter putri Windy Cantika Aisah, yang baru pertama tampil di Olimpiade dan langsung meraih medali perunggu.

"Belum kepikiran. Ditabung juga," sambungnya. 

Cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo ini sukses merebut tiga medali, satu medali perak dan dua medali perunggu.

Sebagai catatan dari Olimpiade 2000 Sydney hingga Olimpiade 2020 Tokyo, cabor angkat besi selalu mempersembahkan medali dengan total 6 medali perak dan 6 medali perunggu.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved