Breaking News:

Berita Jakarta

Warga : Ketimbang Dana APBD untuk Bangun Infrastruktur Kepulauan Seribu Lebih Baik Penanganan Covid

Ketua RW 03 Pulau Kelapa, Sulaeman mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah penguatan ekonomi warga Kepulauan Seribu saat pandemi

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dian Anditya Mutiara
Dok SDA Kepulauan Seribu
Pemasangan kubus masif di sisi pantai selatan area Jembatan Cinta Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEPULAUANSERIBU - Proyek pembangunan infrastruktur yang tidak mendesak namun tetap dikerjakan di tengah pandemi Covid-19 dipertanyakan sejumlah masyarakat di Kepulauan Seribu

Ketua RW 03 Pulau Kelapa, Sulaeman mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah penguatan ekonomi warga Kepulauan Seribu saat pandemi ketimbang pembangunan infrastruktur

“Saat ini yang dibutuhkan oleh warga penguatan ekonomi seperti bantuan sosial, modal UKM dan ĺain sebagainya,” ucapnya, Kamis (5/8/2021). 

Menurutnya, untuk di wilayahnya sendiri terdapat dua proyek infrastruktur namun tidak mendesak yang tengah dikerjakan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu. 

Baca juga: Bantu Mobilitas Warga Pulau Sebira Kepulauan Seribu, Dishub DKI Kembali Operasionalkan KM Paus Satu

Baca juga: 5.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pulau Tidung Kecil Kepulauan Seribu

Proyek-proyek infrastruktur yang tidak urgent dikerjakan di Kepulauan Seribu, padahal saat ini pandemi," kata Sulaeman. 

Sementara warga Kepulauan Seribu yang juga tokoh masyarakat, Rojali mengatakan proyek infrastruktur yang tetap berjalan di Kepulauan Seribu terkesan dipaksakan pada saat pandemi. 

"Ada kesan seperti itu (proyek yang dipaksakan). Ini jadi pertanyaan antara Pemkab dengan DPRD, ada maksud apa sebenarnya," katanya.

Menurut Rojali, proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan namun tidak terlalu penting seperti pembangunan jalan lingkungan di pulau-pulau pemukiman di Kepulauan Seribu

Sementara kondisi jalan lingkungan di pulau-pulau pemukiman tersebut dinilai masih dalam kondisi baik tidak rusak dan masih dapat dimanfaatkan.

"Disaat pandemi ini rasanya jauh lebih manfaat kalau saja dana APBD yang ada digunakan untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.  

Sebagaimana diketahui Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah mengusulkan perubahan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJ) 2017-2022 karena kontraksi selama pandemi.

Revisi RPJMD mespons pandemi Covid-19 yang ditetapkan sebagai bencana non alam sejak Maret 2020 sehingga pembangunan di Jakarta harus menyesuaikan dengan kebutuhan penduduk. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved