Breaking News:

Berita Nasional

Transaksi Digital Makin Digemari, Masyarakat Diimbau Waspadai Kejahatan Daring

Ancaman-ancaman digital seperti malware, pengelabuan, social engineering, dan share login palsu bisa dihindari dengan penerapan prinsip dasar keamanan

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Ist
Webinar dengan tema “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital” 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Kemudahan bertransaksi secara digital kerap kali menimbulkan kerugian atau rawan terhadap penipuan.

Apabila masyarakat tidak cermat dan berhati-hati ketika melakukan transaksi digital dapat dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.

Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo menyelenggarakan Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” untuk melakukan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pemanfaatan dan literasi digital.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Baca juga: Perkuat Kolaborasi G20, Menkominfo Usulkan Kelompok Kerja Ekonomi Digital

Dalam webinar di Kendari, Sulawesi Tenggara dengan tema “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”, dikupas bagaimana saat ini masyarakat sudah mulai beralih pada transaksi digital.

Seperti yang disampaikan presiden Joko Widodo, yang menyatakan bahwa “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.

Former Senior Market and Partnership Traveloka, Evelyn Natashia yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut memaparkan sejumlah tips aman dalam bertransaksi digital.

Menurut dia, cara-cara yang bisa dilakukan dalam bertransaksi digital secara mudah dan aman, di antaranya memilih lokapasar, merchant, penjual, dan opsi pembayaran yang kredibel, terpercaya, sekaligus aman.

Baca juga: Kemajuan Teknologi Digital Semakin Pesat, Sri Mulyani Khawatir Tenaga Kerja Diganti Robot

"Yang tidak kalah penting adalah membuat kata sandi unik namun mudah diingat serta merahasiakan kode OTP," ungkap Evelyn saat webiner, Rabu (4/8/2021).

Sementara itu, Creative Branding Lanaofficial.id, Junissa Melvian mengatakan, agar aman berbelanja daring, pembeli harus mencermati reputasi toko, membayar lewat rekening penampungan sementara, gunakan metode COD, dan waspadai penipuan.

Adapun Trainer Google News Initiative, Zainal Ishak, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Jenis-jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”.

Ia mengatakan, ancaman-ancaman digital seperti malware, pengelabuan, social engineering, dan share login palsu bisa dihindari dengan penerapan prinsip dasar keamanan digital.

Baca juga: Bertahan di Era Pandemi dengan Memanfaatkan Peluang di Dunia Digital

"Beberapa di antaranya adalah melindungi gawai dengan menggunakan antivirus dan OS yang terus diperbarui, kata sandi yang kuat, otentikasi dua langkah, mengelola jejak digital, dan bijak bermedia sosial," tandasnya.

Program kali ini menghadirkan 646 peserta. Adapun rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved