Breaking News:

Warna Pesawat Kepresidenan Diganti, Partai Demokrat: Buta Mata dan Hati, Sibuk Bersolek Saat Pandemi

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat itu mengatakan, saat ini Indonesia sedang krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

Editor: Yaspen Martinus
Twitter@alvinlie21
Partai Demokrat mengkritik pengecatan ulang pesawat kepresidenan. 

Heru mengatakan, perawatan pesawat kepresidenan harus sesuai interval waktu yang telah ditetapkan.

Pesawat BBJ2 baru dicat ulang pada tahun ini berbarengan dengan jadwal perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik.

Baca juga: Kementerian Kesehatan Izinkan Ibu Hamil Divaksin Covid-19, Bakal Pakai Pfizer, Moderna, dan Sinovac

"Waktunya pun lebih efisien, karena dilakukan bersamaan dengan proses perawatan," ujarnya.

Heru membantah pengecatan pesawat tersebut merupakan bentuk foya-foya keuangan negara.

Ia mengatakan, anggaran pengecatan pesawat telah dialokasikan dalam APBN.

Baca juga: Yakin Sertifikat Vaksin Covid-19 Tak Bisa Dipalsukan, Wagub DKI: Kan Ada QR Code

Lagi pula, Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan refocusing anggaran APBN 2020-2021 untuk penanganan Covid-19, sesuai yang telah ditetapkan Menteri Keuangan.

"Selain itu, proses perawatan dan pengecatan dilakukan di dalam negeri."

"Sehingga secara tidak langsung, mendukung industri penerbangan dalam negeri, yang terdampak pandemi," jelasnya.

Baca juga: Ini Syarat Ibu Hamil Bisa Divaksin Covid-19, Salah Satunya Usia Kehamilan di Atas 13 Minggu

Heru menambahkan, pengecatan pesawat BBJ 2 bernuansa merah putih.

Ia berharap dengan pengecetan ulang pesawat kepresidenan, dapat memberikan kebanggan tersendiri bagi Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved