Breaking News:

VIDEO Kronologi Menantu Aniaya Mertua hingga Berunjung Maut di Cengkareng 

Dikatakan Hasibuan, percekcokan tersebut terjadi usai korban menegur Andi karena sudah lama menganggur, apalagi pelaku juga memiliki seorang istri.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Murtopo

WARTAKOTALIVE.COM,CENGKARENG -- Suryono (68) warga RT 05/06, Kapuk, Cengkareng Jakarta Barat, tewas usai dianiaya oleh menantunya. Suryono tewas setelah menjalani perawatan di kontrakannya di Jalan Pendongkelan, Jakarta Barat.

Tewasnya Suryono ini tentu membuat geger warga sekitar, bahkan Hasibuan (45) tetangga sekaligus kerabat korban pun cukup kaget mengenai kabar tersebut.

Hasibuan mengaku jika penganiayaan itu terjadi usai Andi (30) mendatangi mertuanya pada Rabu (7/7) lalu.

"Saya kurang tahu persis bagaimana kejadiannya, karena itu kan kejadian terjadi pada malam hari. Cuma memang sempat terdengar percekcokan antara keduanya," kata Hasibuan ditemui, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Tersinggung Dicemooh Pengangguran, Menantu Hajar Mertua hingga Tewas di Cengkareng

Baca juga: Baru Bangun Tidur, Mertua di Cengkareng Dihantam Menantu Pakai Linggis Hingga Tewas

Dikatakan Hasibuan, percekcokan tersebut terjadi usai korban menegur Andi karena sudah lama menganggur, apalagi pelaku juga memiliki seorang istri.

Namun teguran itu membuat Andi tersinggung, hingga membuat dirinya marah.

Sekitar pukul 02.00 pada saat kejadian, Andi pun mendatangi mertuanya itu.

Di saat itu, Andi melakukan penganiayaan kepada korban hingga menyebabkan korban berdarah.

Hanya saja, Hasibuan tak menyebutkan apakah luka yang dialami korban akibat benda tumpul yang dibawa oleh Andi untuk melakukan penganiayaan.

Baca juga: Aksi Berbikini Dinar Candy akan Dilaporkan ke Polisi, Dijerat UU Pornoaksi, PB SEMMI: Aksi Murahan!

Baca juga: Pelajar dan Tenaga Kependidikan Bakal dapat Bantuan Kuota Internet, Ini Rinciannya

"Karena ditegur aja jadi karena nganggur itu kan namanya orang gua nasihatin anak wajarlah, cuma dia ya mungkim ga terima jadi itu aja sih persoalannya," katanya.

Pasca penganiayaan itu, Suryono langsung di bawa oleh keluarganya dan tetangga sekitar ke Rumah Sakit Hermina, sementara Andi justru kabur usai kejadian itu.

Meski sempat di larikan ke Rumah Sakit, Suryono akhirnya kembali di bawa pulang untuk menjalani rawat jalan, hal ini karena Rumah Sakit penuh pasien Covid-19.

Baca juga: Baru Beroperasi Empat Hari, Masyarakat Antusias Belanja di Pasar Induk Jatiuwung Tangerang

Baca juga: Pernah Kesulitan Cari Tempat Kremasi, Pengelola HBT Gandeng Pemprov DKI Dirikan Krematorium Gratis

"Jadi sempat di bawa ke rumah sakit. Karena penuh kan, diputuskan keluarga untuk rawat jalan. Akhirnya rawat jalan hampir 3 minggu. Korban mengalami beberapa luka di area kepala, muka sama pelipis, 19 jahitan totalnya," ujarnya.

Setelah menjalani perawatan di rumah, Suryono pun dikabarkan meninggal dunia pada (27/7) beberapa minggu lalu.

Meski begitu Hasibuan tetangga korban sempat membuat laporan ke Polsek Cengkareng terkait peristiwa penganiayaan tersebut. (JOS)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved