Breaking News:

Berita Tangsel

Setiap Agustus, Petani Cirebon Ini Beralih Jadi Pedagang Bendera di Tangsel, Omzetnya Menggiurkan

"Ya tradisi kalau di kampung, anak-anak muda di desa kalau Agustus ke kota (Jabodetabek-red) dagang bendera, ya musim Agustusan saja," katanya. 

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Sahlan (48) selaku pedagang bendara merah putih sedang melayani warga Kampung Parung Benying, Serua, Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (4/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT --- Keberadaan pedagang bendera merah putih mulai menghiasi sejumlah kawasan permukiman penduduk memasuki bulan Agustus tiap tahunnya.

Tak terkecuali di Kampung Parung Benying, Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang kini banyak didapati pedagang bendara menjajakan dagangannya dari rumah ke rumah.

Wartakotalive.com mencoba menelusuri fenomena menjamurnya pedagang bendara kala memasuki bulan Agustus setiap tahunnya.

Sahlan (48), pedagang bendera, mengatakan, dirinya menggeluti profesi tersebut sejak usia muda.

"Sejak muda saya kalau Agustus sudah dagang bendera, setiap tahunnya," ucapnya kepada Wartakotalive.com  ditemui di kawasan Parung Benying, Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (4/8/2021).

Sahlan menuturkan dirinya merupakan seorang petani padi yang berasal dari sebuah desa di Cirebon, Jawa Barat. 

Setiap memasuki bulan Agustus, ia bersama sejumlah petani lainnya berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman dan beralih menjadi pedagang bendera musiman. 

"Ya tradisi kalau di kampung, anak-anak muda di desa kalau Agustus ke kota (Jabodetabek-red) dagang bendera, ya musim Agustusan saja," katanya. 

Peralihan profesi sementara itu bukan tanpa alasan dilakukan Sahlan bersama para petani lain yang berasal dari desanya. 

Pasalnya, para pedagang mampu mengantongi pendapatan hingga jutaan rupiah selama berjualan yang tak sampai satu bulan ini.

"Paling Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per musim dagang (bendera-red)," ungkapnya.

Selain itu, dirinya mengaku situasi pandemi covid-19 yang melanda tak menyurutkan pendapatan. 

Bahkan pada tahu ini, penjualan lebih meningkat di tengah pandemi covid-19 melanda dibanding tahun sebelumnya. 

"Malah kenceng sekarang (omzetnya-red), kalau tahun dulu tanggal segini belum dagang, baru tanggal 7 (Agustus-red) ke sana. Kalau sekarang dari tanggal 1 (Agustus) tahun ini sudah dagang," pungkasnya. 

Baca juga: Ribuan Warga Binaan Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Keluhan Rutan Kelas I Depok Terpenuhi Juga

Baca juga: Sidak PJJ di SMPN 3 Depok, Imam Budi Hartono Malah Dibuat Kecewa dengan Temuan Mengejutkan Ini

Baca juga: Banyak Orangtua Belum Setujui Anaknya Divaksin, Disdik Kota Bekasi Berupaya Berikan Kesadaran

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved