Breaking News:

Berita internasional

PM Malaysia Muhyiddin Yassin Tolak Mundur, Mosi Tak Percaya di Parlemen September Nanti

Muhyiddin membantah tuduhan bahwa ia telah melakukan makar terhadap Sultan Abdullah Mustafa Billah Shah terkait pencabutan keadaan darurat

freemalaysiatoday
Muhyiddin Yassin menolak desakan dari oposisi untuk melepas jabatan PM Malaysia 

Wartakotalive.com - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin tetap pada pendirian untuk tidak mundur dan tidak mengorbankan prinsipnya dan tidak tunduk pada tuntutan tak mendasar.

Dalam pidato khususnya Rabu (4/8/2021), Muhyiddin membantah tuduhan bahwa ia telah melakukan makar terhadap Sultan Abdullah Mustafa Billah Shah terkait pencabutan keadaan darurat baru-baru ini.

Dia mengatakan tindakannya adalah untuk menjaga supremasi Konstitusi dan membela institusi Monarki Konstitusional.

“Saya tidak akan mengorbankan prinsip saya dan melanggar sumpah jabatan saya untuk memenuhi semua tugas dengan jujur, untuk mengabdikan kesetiaan saya kepada Raja dan bangsa serta untuk melestarikan, melindungi dan membela Monarki Konstitusional,” katanya, seperti dilansir dari New Strait Times.

Ia mengatakan, sangat mengetahui pihak oposisi kurang senang dengan desakannya untuk tidak memenuhi beberapa tuntutan mereka.

"Ini termasuk mendesak saya untuk campur tangan dalam urusan pengadilan untuk membebaskan beberapa orang yang diadili karena tindak pidana," katanya.

Beberapa anggota parlemen UMNO termasuk presidennya, Dr Ahmad Zahid Hamidi saat ini menghadapi tuntutan pidana.

Zahid menghadapi total 47 dakwaan, termasuk 12 untuk CBT, delapan untuk korupsi dan 27 untuk pencucian uang yang melibatkan dana Yayasan Akalbudi.

Zahid, yang juga anggota parlemen Bagan Datuk, kemarin mengumumkan penarikan dukungan Umno untuk Muhyiddin dan pemerintah bersama dengan 11 anggota parlemen UMNO lainnya.

Ia mengklaim langkah itu membuktikan perdana menteri telah kehilangan mayoritasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved