Breaking News:

Virus Corona

Penelitian HCC, 62% Nakes Sulit Pertahankan Ibu Menyusui ASI Eksklusif Selama Covid

Penelitian HCC mengatakan sulit untuk mempertahankan ibu indonesia untuk menyusui selama masa pandemi covid-19

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Mochammad Dipa
Founder dan Chairman Health Collaborative Center (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK saat konferensi pers virtual Hasil Penelitian Kesiapan Tenaga Kesehatan Menyukseskan ASI Selama Pandemi oleh Health Collaborative Center (HCC), Rabu (4/8 

Hasil Penelitian HCC, 62 Persen Nakes Indonesia Sulit Mempertahankan Ibu Menyusui untuk Berikan ASI Eksklusif Selama Pandemi

WARTAKOTALIVE.COM - Lembaga advokasi kesehatan non-profit, Health Collaborative Center (HCC), mengumumkan hasil penelitian mengenai kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan layanan primer di Indonesia terkait perlindungan laktasi atau proses ibu menyusui air susu ibu (ASI) selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil penelitian HCC terhadap 1004 responden kesehatan yang terdiri dari 154 dokter, 758 bidan dan 92 tenaga kesehatan lainnya di 26 propinsi, didapatkan 62 persen dari responden mengatakan sulit untuk mempertahankan ibu indonesia untuk menyusui dan memberikan ASI eksklusif kepada anaknya selama masa pandemi Covid-19.

“62 persen itu artinya sekitar 6-7 dari 10 tenaga kesehatan Indonesia terutama kerja di layanan primer yang berhubungan langsung dengan ibu hamil dan ibu menyusui mengatakan sulit banget mempertahankan ibu Indonesia untuk menyusui dan memberikan ASI eksklusif selama mas pandemi,” ujar Founder dan Chairman Health Collaborative Center (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, saat konferensi pers virtual Hasil Penelitian Kesiapan Tenaga Kesehatan Menyukseskan ASI Selama Pandemi oleh Health Collaborative Center (HCC), Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Sampai Memohon dengan Sangat, Menteri Kesehatan Minta Vaksin Booster Jangan Dialihkan ke Non Nakes

Baca juga: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Tak Kurangi Nakes Meski Jumlah Pasien Covid-19 yang Dirawat Menurun

Ray mengatakan, dari hasil penelitian dan analisis statistik menggunakan dua model analisis yang direkomendasikan oleh Cross-sectional Study, bahwa HCC mengidentifikasi ada empat faktor dominan yang menjadi alasan tenaga kesehatan Indonesia sulit mempertahankan ibu Indonesia untuk menyusui atau memberikan ASI eksklusif selama pandemi.

Pertama, 57 persen responden mengatakan bahwa para nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan layanan primer tidak memilki fasilitas khusus telemedis atau pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui secara online selama pandemi.

 “Selama pandemi Posyandu ditutup, kelas ibu hamil dan menyusui di Puskesmas juga ditutup sementara karena harus fokus pada penanganan Covid-19 dan agar ibu hamil maupun ibu menyususi tidak terpapar Covid-19, sehingga layanan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui bukan prioritas ternyata,” jelas Ray.

Ray menyebutkan, jika fasilitas kesehatan layanan primer tidak memiliki pelayanan antenatal (ibu hamil dan menyusui) yang secara telemedis, maka beresiko 1,4 kali lebih besar para nakes akan terganggu pelayanan laktasi dan kesehatan ibu dan anak.  

Faktor kedua adalah 66 persen para nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan layanan primer mengaku tidak pernah mendapatkan pelatihan untuk menyusui dan manajemen laktasi untuk pandemi.

“Ini mengejutkan sekali karena menurut mereka ternyata yang ada sekarang hanya seruan, hanya edaran dan beberapa link materi dari website kredibel dan organisasi kesehatan. Mereka bingung menerapkannya, sementara tugas nakes dalam konseling kesehatan kepada ibu menyusui harus hands on dan harus experience based dan evidence based,” ungkap Ray.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved