Breaking News:

Bansos

Jangan Ada Lagi Potongan Bansos, Lurah Sawangan Baru Minta RT/RW di Depok Bekerja dengan Ikhlas

“Kalau ada bantuan paling tidak RW menginformasikan juga ke kelurahan atau kecamatan agar pihak aparat bisa monitor untuk bisa mengantisipasi

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Wartakotalive/Andika Panduwinata
ILUSTRASI --- Kejari Kabupaten Tangerang paparkan masalah pungli bansos kepada Mensos Tri Rismaharini yang dialami warga Tangerang 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Cegah adanya potongan bagi para warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4, Pelaksana tugas (Plt) Camat Sawangan, Kota Depok, Ferry Birowo memantau langsung proses penyaluran bantuan sosial tunai (BST).

Ferry memastikan BST tersalurkan tanpa adanya potongan ke keluarga penerima manfaat (KPM).

Sebab, belakangan muncul isu adanya pemotongan BST di tingkat RT.

“Kemarin, kami bersama lurah, Bhabinkamtibmas, Ketua RW 08, Ketua RT 02 dan RT 03 di Kelurahan Sawangan Baru melakukan sidak ke warga penerima manfaat bantuan langsung itu,” kata Ferry saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/8/2021).

Beberapa waktu lalu tersiar kabar adanya pemotongan BST yang dialami warga.

Ferry pun menegaskan pihaknya mencari informasi dan mengklarifikasi perihal kabar pemotongan BST sebesar Rp 50.000-Rp 100.000 per kepala keluarga.

“Ternyata fakta di lapangan bantuan yang diterima langsung oleh penerima manfaat sebesar Rp 600.000," ujarnya.

Untuk memastikan warga tetap utuh dalam menerima BST, Ferry mengingatkan para lurah di wilayahnya agar terus memberi pemahaman ke ketua RT/RW agar tidak melakukan pemotongan BST dengan alasan apapun.

“Kalau ada bantuan paling tidak RW menginformasikan juga ke kelurahan atau kecamatan agar pihak aparat bisa monitor untuk bisa mengantisipasi, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pemotongan,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Sawangan Baru Cucu Suwardi mengatakan bahwa Ketua RT-RW harus menyampaikan yang diamanatkan oleh pemerintah sampai ke masyarakat. 

Sehingga diharapkan tak ada lagi pemaksaan pemberian bantuan dari warga utamanya yang dipotong dari hasil BST.

"Semoga apa yang kita kerjakan jika dilaksanakan dengan ikhlas akan membawa kebaikan," akunya.

Baca juga: Sidak Pembagian BST di Tangerang, Mensos Risma Terkejut Ada Penerima Bansos Dimintai Uang Kresek

Baca juga: Dua Nenek Warga Tanah Tinggi Kota Tangerang Tak Dapat Bansos Selama 9 Bulan Begini Penjelasan Lurah

Baca juga: Hindari Pemotongan Oknum Petugas, Wali Kota Bekasi: Penyaluran Bansos Diantar ke Rumah Warga Saja

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved