Breaking News:

Virus Corona Jakarta

IPW Prihatin Polres Metro Jakarta Barat tak Menahan Dirut PT ASA yang Telah Menimbun Obat Covid-19

Plt Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyesali polisi tak menahan Dirut PT ASA, padahal telah menimbun obat Covid-19.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Budi Malau
Plt Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso prihatin melihat ulah Polres Metro Jakarta Barat yang tak menahan bos PT ASA, yang menimbun obat Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Plt Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai tidak ditahannya Direktur Utama PT ASA yakni Y sebagai tersangka kasus penimbunan obat oleh Polres Jakarta Barat, telah mencederai rasa keadilan para korban Covid-19.

"Sebab masyarakat menduga terjadinya kelangkaan obat Covid-19 telah dipermainkan pihak-pihak yang serakah mengambil keuntungan. Sehingga, keluarga pasien Covid-19 harus membeli obat dengan harga mahal," kata Teguh, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno Jalin Kolaborasi dengan Dunia Usaha, Akhiri Pandemi Covid-19 dan Buka Lapangan Kerja

Ia mengatakan alasan Polres Jakarta Barat tidak menahan Y, karena kesehatan dan hanya dikenakan wajib lapor, tidak bisa diterima dengan logika.

"Padahal, saat melakukan penimbunan dan menjualnya dengan harga tinggi, Dirut PT ASA itu tidak memikirkan pasien-pasien Covid-19, apalagi, memikirkan rakyat jelata yang tidak mampu membeli obat dengan harga mahal dan berujung kematian bagi keluarganya yang positif Covid-19," papar Teguh.

Karenanya kata Teguh tidak ditahannya Dirut PT ASA ini bagi IPW sangatlah diskriminatif.

"Karena Bareskrim Polri yang menangani kasus penjualan obat covid di atas harga eceran tertinggi (HET) saja, melakukan penahanan atas para tersangka," katanya.

Baca juga: Irma Darmawangsa Ngaku Rugi Miliaran Rupiah Sejak Pandemi Sampai Jual 2 Rumah Agar Tetap Punya Uang

Dari data yang didapat IPW, kata Teguh ke-empat orang itu adalah A, FA, NS dan ER. Padahal mereka hanya pengecer kecil tapi telah ditahan Bareskrim sejak 13 hari lalu.

"Jadi yang dilakukan Polres Jakbar sudah diskriminatif," katanya.

Terkait dengan sikap diskriminatif tersebut, IPW kata Teguh mengingatkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan janjinya dihadapan Komisi III DPR saat fit and proper test calon Kapolri pada 20 Januari 2021 lalu.

Baca juga: Upadate Kasus Infeksi Covid-19 Kota Tangsel Tercatat Penambahan 197 Orang pada 4 Agustus 2021

Bahwa tindakan hukum oleh Polri tidak akan tajam ke bawah tumpul ke atas.

"Oleh karena itu, Kapolri harus memerintahkan Kapolres Jakbar untuk bersikap equal dengan menahan Dirut PT ASA sebagai tersangka penimbun obat yang dampak kerugiannya sangat besar bagi masyarakat, dibandingkan empat pedagang eceran yang ditahan Bareskrim Polri," papar Teguh.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved