Breaking News:

Info Pemprov Jateng

Giliran Lurah se-Kabupaten Grobogan Ngobrol Langsung dengan Gubernur Ganjar Lewat Rembug Desa

Lewat acara Rembug Desa, ratusan kepala desa (kades) se-Kabupaten Grobogan mendapat kesempatan ngobrol langsung dengan Ganjar.

Editor: Ichwan Chasani
dok. Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyelenggarakan Rembug Desa se-Kabupaten Grobogan, Selasa (3/8/2021). 

Menurut mereka, banyak bantuan yang tidak tepat sasaran bahkan ada dobel data. Kasus serupa ditemukan Ganjar saat ngobrol dengan kades-kades di Klaten beberapa waktu lalu.

"Kalau bisa datanya diperbaiki pak, soalnya ada yang sudah dapat PKH, juga dapat BPNT. Kenapa tidak diberikan pada yang lain. Ini yang bikin kita pusing pak, marai iren tonggo (bikin iri tetangga lain)," kata Kades Selojari, Ummu Wasiyah.

"Betul pak, verifikasi data tolong dipermudah. Soalnya banyak bantuan yang kurang jelas. Sakit kepala saya pak. Anane mung dipisuhi warga (yang ada dimarahi warga)," timpal Kades Kebonagung, Muhtarom.

Ada juga Kades Brabo, Nurrohim. Dirinya mengatakan, ada 400-an penerima bantuan di desanya yang terdata oleh pemerintah pusat. Namun beberapa penerima sudah meninggal, dan tetap mendapat bantuan.

"Ini gimana pak, padahal masih banyak warga yang belum dapat bantuan. Saya usul agar yang meninggal bisa diganti yang lain. Sudah kami usulkan saat verifikasi data kemarin," ucapnya.

Ganjar sendiri menerangkan, ada dua persoalan dari acara Rembug Desa dengan Kades se Grobogan. Pertama soal penyaluran BST yang tidak tepat sasaran bahkan ada yang dobel.

"Kades-kades hebat, mereka mengusulkan datanya diperbaiki. Misalnya yang sudah meninggal ya dialihkan pak, yang sudah kaya ya jangan pak. Maka kami telah mengirimkan surat ke Kemensos untuk meminta datanya, dan kami overlay dengan data dari para kades ini agar ada perbaikan," jelasnya.

Persoalan kedua menurut Ganjar mungkin masyarakat sudah bosan dengan Covid-19 yang tak kunjung selesai. PPKM kembali diperpanjang dan para Kades stres karena banyak pertanyaan dan tekanan dari warga.

"Maka saya bilang, yang bisa menyelesaikan ya diri kita sendiri. Grobogan itu turunnya bagus, dari level 4 ke level 3. Tadi saya tanya Kades juga kasusnya nol. Ini bagus dan ciri-ciri pandemi bisa berakhir karena sudah bisa dikelola," jelasnya.

Kasus di Jawa Tengah lanjut Ganjar juga terus menurun dan membaik. "Maka ayo kita semua taat prokes, karena itu adalah desain paling bagus menghentikan Covid-19. Sampai kapan, ya kita tinggal menghitung seberapa kita taat," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved