Breaking News:

Virus Corona

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jakarta Menurun Jadi 100 Orang Per Hari, 70% di Rumah Sakit

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap, sekitar 70 persen lebih pasien Covid-19 di Jakarta meninggal dunia di rumah sakit.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dian Anditya Mutiara
Warta Kota/Desy Selviany
Ilustrasi -- Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jakarta Menurun Tim Palang Oranye Kembangan saat sedang mengurus jenazah Covid-19. (Istimewa) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap, sekitar 70 persen lebih pasien Covid-19 di Jakarta meninggal dunia di rumah sakit.

Sementara sisanya meregang nyawa saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Paling banyak kematian masih di RS daripada isolasi mandiri (isoman), datanya nanti dicek tapi rata-rata di atas 70 persen masih di RS,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (3/8/2021) malam.

Menurut Ariza, tingkat kematian Covid-19 warga Jakarta sebetulnya menurun menjadi 100 orang per hari atau di kisaran 1,5 persen dari kasus Covid-19.

Angka ini dinilai lebih rendah dibanding beberapa pekan sebelumnya yang mencapai 300 orang per hari warga Jakarta meninggal dunia.

Dani Ramdan Pakai 4 Cara Agar Target 50 Persen Warga Divaksinasi Covid-19 Akhir Bulan Ini Tercapai

“Angka BOR (bed occupancy rate) atau keterisian tempat tidur juga menurun dari sebelumnya sampai antre di selasar IGD, sekarang itu tinggal 50 persen masih di RS dan terisi, sedangkan ruang ICU terisi 76 persen,” ujar Ariza.

Dalam kesempatan itu, Ariza kembali meminta warganya yang menjalani isoman namun fasilitasnya tidak memadai agar beralih ke tempat isolasi yang disediakan pemerintah.

Pemerintah menjamin segala keperluan mereka dari obat-obatan, pangan hingga tempat yang layak untuk isolasi, sehingga tidak menularkan virus kepada anggota keluarga lain di rumah.

“Mungkin masyarakat isoman di rumah karena maksudnya biar praktis, kan nggak jauh dari anggota keluarga serta punya kamar yang dianggap memenuhi syarat. Tapi lebih baik isolasi di tempat-tempat terpusat yang sudah disediakan supaya lebih mudah pengawasan dan kontrolnya,” jelas Ariza.

Baca juga: Ade Yasin Ungkap Langkah Nyata saat Ruang Perawatan (BOR) Pasien Covid-19 Capai 85 Persen

Baca juga: Jalani Isolasi Mandiri? Wagub DKI Minta Warga Beralih ke Fasilitas Terkendali, Berikut Daftarnya

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, kasus aktif Covid-19 sampai Selasa (3/8/2021) menembus 14.004 orang.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved