Breaking News:

Virus Corona

24 Pelaku Penimbun Obat Covid-19 Dibekuk Polda Metro, Ada Perawat dan Apoteker

Pelaku menjual kembali melalui media sosial dengan harga tinggi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemenkes.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers kasus penimbunan obat penanganan pasien Covid-19, di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/8/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membekuk 24 pelaku penimbun obat untuk penanganan pasien Covid-19.

Penimbun obat Covid-19 dilakukan para pelaku dalam satu jaringan.

Mereka menjual kembali melalui media sosial dengan harga tinggi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemenkes.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari 24 pelaku, sebagian di antaranya apoteker dan pekerja farmasi atau bekerja di toko obat, serta satu perawat.

Baca juga: Berstatus Tersangka Direktur Penimbun Obat Covid-19 di Kalideres Tidak Ditahan, Begini Alasan Polisi

Baca juga: Sudah Jadi Tersangka Penimbun Obat Covid-19 di Kalideres Tak Ditahan, Ini Alasan Polisi

"Karena sebagian mereka adalah apoteker, modusnya mereka memalsukan resep dokter lalu membeli obat penanganan Covid-19 dengan harga murah atau standar dengan jumlah banyak," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/8/2021).

Kemudian, kata Yusri, mereka akan menjualnya dengan harga lebih tinggi melalui media sosial.

"Bahkan mereka jual di media sosial dengan harga berpuluh-puluh kali lipat," katanya.

Seorang perawat yang terlibat modusnya agak berbeda.

"Ia mengumpulkan ribuan obat penanganan Covid-19 milik pasien yang sudah meninggal."

"Lalu diserahkan ke kelompok mereka untuk ditimbun dan dijual dengan harga jauh lebih mahal di medsos," kata Yusri.

Baca juga: Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap 2 Penimbun Tabung Oksigen dan Regulator yang Getok Harga  

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Penimbun Tabung Oksigen yang Jual di Atas HET Rp750 Ribu, Terancam 5 Tahun Penjara

Yusri mengatakan, para pelaku memanfaatkan situasi  menimbun obat-obatan yang sedang dicari masyarakat.

"Mereka menjual obat diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah” kata Yusri.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan RI dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved