Breaking News:

VIDEO Hasilkan Rp 1 Juta Sehari, Begini Kisah Waridin Pencari Cacing Sutra di Sungai Cisadane

Waridin pun mengakui bahwa biaya kontrakan, biaya sekolah anak serta biaya dapur semuanya bisa dia tutupi dari hasil mencari cacing sutra. 

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Murtopo

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Waridin, seorang pria asal Pemalang, Jawa Tengah telah 20 tahun menekuni pekerjaan sebagai pencari cacing sutra di sungai Cisadane, tak jauh dari Jembatan Merah, Kota Tangerang.

Awalnya dirinya diajak oleh teman-temannya. 

Uniknya, sebelum memutuskan menjadi pencari cacing sutra, dirinya bekerja di sebuah konveksi di Jembatan Lima, Jakarta.

Hanya saja, kondisi di tempat kerjaannya sering horor. 

Waridin yang takut pun memutuskan memundurkan diri.

Baca juga: Berawal dari Tongkrongan, Bejo Jadi Pengusaha Cacing Sutra di Kolong Jembatan Merah Kota Tangerang

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Titik Penyekatan Tangsel-Jakarta Hari ini Tak Dijaga Petugas

Baca juga: Lawan Covid-19 Bersama, Pemkot Tangsel Terima Puluhan Tabung Oksigen dari PT Pratama Abadi Industri

"Pernah kejadian saat malam Jumat, ada yang mandi di kamar mandi. Saya tungguin, setengah jam, satu hingga dua jam tidak keluar-keluar. Saya ngomong ke mandor, "Itu yang mandi siapa? Kok lama banget?" mandornya bilang udah biasa, dan menyuruh saya mengecek kembali. Dan ternyata tidak ada orangnya. Namun, disana kembangnya banyak sekali. Kadang ada suara kontainer juga. Pokoknya berisik banget. Padahal tidak ada wujudnya. Saya pun mengundurkan diri dengan alasan bertani," ujarnya kepada Warta Kota, Senin (2/8/2021).

Meninggalkan pekerjaan di konveksi, Waridin memulai hidup sebagai pencari cacing sutra.

Menangkap cacing sutra, Waridin mengaku awalnya merasa bau dan aneh. Namun, lama-kelamaan akhirnya terbiasa.

Baca juga: Ini Syarat Ibu Hamil Bisa Divaksin Covid-19, Salah Satunya Usia Kehamilan di Atas 13 Minggu

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Jalan Daan Mogot Depan Samsat Jakarta Barat Padat Merayap

Ia semakin termotivasi setelah mendapatkan hasil penjualan cacing sutra ke pengepul secara tunai.

Waridin pun mengakui bahwa biaya kontrakan, biaya sekolah anak serta biaya dapur semuanya bisa dia tutupi dari hasil mencari cacing sutra. 

Bahkan per bulan, dirinya bisa menutupi pengeluaran yang mencapai Rp.6.000.000 hanya dengan mencari cacing sutra.

Baca juga: Kisah Perjalanan Bejo Jadi Pengusaha Cacing Sutra, Berawal dari Nongkrong dan Tidak Perlu Gengsi

"Jadi bagi saya, sungai Cisadane ini adalah berkah. Saat kondisi sepi begini bisa dapat Rp.100.000, tapi kalau kondisi sedang rame-ramenya bisa juga Rp.1.000.000 bahkan lebih dalam sehari," tambahnya.

Tak jarang pula ia berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp.6.000.000'an dalam dua minggu, hasil dari menangkap cacing sutra, dimana harga satu gayung, bisa mencapai Rp.20.000, hingga Rp.60.000, tergantung permintaan dan menipisnya stok cacing sutra. (m21)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved