Breaking News:

Kriminalitas

Tak Hanya Bantuan Rp 2 Triliun, Anak Akidi Tio Pernah Dilaporkan Kasus Dugaan Penipuan Proyek Istana

Tak Hanya Soal Bantuan Rp 2 Triliun, Polisi Benarkan Anak Akidi Tio Pernah Dilaporkan Atas Kasus Dugaan Penipuan Proyek Istana

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
@hotmanparisofficial
Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri menerima bantuan Rp 2 Triliun dari keluarga pengusaha Akidi Tio asal Aceh untuk penanganan kasus Covid-19. Keluarga Akidi Tio memberikan bantuan Rp 2 Triliun ke Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) untuk penanganan pandemi Virus Corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan bahwa putri bungsu almarhum Akidi Tio, yakni Heryanti pernah terjerat kasus dugaan penipuan proyek Istana Negara.

Nama putri bungsu almarhum Akidi Tio, yakni Heryanti itu sempat mencuat terkait kasus sumbangan keluarga Akidi Tio sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19.

Yusri menjelaskan Heryanti dilaporkan oleh Ju Bang Kioh ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan polisi LP/1025/II/YAN.2.5./2020/SPKT PMJ tertanggal 14 Februari 2020.

“Sampai dengan saat ini sudah naik ke tingkat penyidikan, karena sudah ada beberapa berdasarkan hasil gelar perkara klarifikasi dari beberapa saksi-saksi dan juga terlapor sendiri. Ada saksi ahli dan juga saksi-saksi yang lain.” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Kasus Dugaan Prostitusi Hotel G2, Plt Wali Kota Jakarta Selatan: Tidak Kita Tolerir

Menurut Yusri, dalam penyidikan, pihaknya sudah mengundang Herianty untuk memberikan klarifikasi.

Namun yang bersangkutan tidak hadir sehingga gelar perkara yang dilakukan pada 30 Juni 2020 didapati kasus sudah memenuhi unsur dan naik ke tingkat penyidikan.

Yusri memaparkan kasus ini berawal dari kerjasama bisnis antara pelapor dan terlapor pada 2018 silam.

Ada pun bisnis itu adalah bisnis pengadaan songket, ac dan pekerjaan interior senilai Rp 7,9 miliar.

Baca juga: Gandeng Polisi, Satpol PP Jaksel Dalami Kasus Dugaan Prostitusi Berkedok Pijat di Hotel G2

Namun dalam perjalanannya, terlapor memenuhi janjinya, sehingga pelapor merasa dirugikan dan melaporkan persoalan tersebut ke Polda Metro Jaya.

“Pengakuan dari pelapor sendiri memang Rp 7,9 miliar ini sudah dikembalikan Rp1,3 miliar secara bertahap. Tapi terakhir, pada saat dilakukan pemanggilan pertama dan kedua kepada H tidak dihadiri. Kemudian mau dijemput tanggal 28 Juli 2021, lalu pelapor mencabut laporannya,” kata Yusri.

Baca juga: Terbukti Terlibat Dalam Praktik Prostitusi, Pemprov DKI Bakal Cabut Izin Operasional Hotel G2

Untuk itu, katanya penyidik Polda Metro Jaya akan memanggil pelapor terkait pencabutan laporan tersebut.

“Rencana kita undang untuk klarifikasi lagi apa motif pelapor mencabut laporan,” tegas Yusri.

Sementara itu Yusri menegaskan, bahwa kasus ini tidak ada sangkut pautnya dengan kasus Herianty di Polda Sumatera Selatan.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved