Breaking News:

Berita Bekasi

Palsukan Sertifikat Vaksin dan Hasil Swab, Tukang Fotokopi di Bekasi Gigit Jari Ditangkap Polisi

Keduanya telah menjalankan aksi pemalsuan sertifikat vaksin dan surat hasil swab antigen palsu sejak bulan Juni 2021.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Polres Metro Bekasi menangkap dua pelaku pemalsuan sertifikat vaksin dan hasil swab antigen di Kabupaten Bekasi,Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG  ---- Kawanan polisi Polres Metro Bekasi menangkap dua pelaku pemalsuan sertifikat vaksinasi Covid-19 dan hasil swab antigen di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dua pelaku itu merupakan pemilik dan karyawan usaha fotokopi di Jalan Raya Industri, Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengatakan dua pelaku yang berhasil diamankan berinsial AI sebagai pemilik usaha fotokopi dan HH sebagai karyawan fotokopi.

Keduanya telah menjalankan aksi pemalsuan sertifikat vaksin dan surat hasil swab antigen palsu sejak bulan Juni 2021.

"Kami berhasil melakukan pengungkapkan berdasarkan informasi warga," kata Hendra dalam keterangan pada Selasa (3/8/2021).

Hendra menerangkan saat pengungkapkan aparat mendapati pelaku memiliki file scan dan softcopy dari kartu vaksin dan hasil pemeriksaan rapid antigen serta antibody di dalam komputer.

Dari hasil pembuktian itu, kedua pelaku diamankan ke Polres Metro Bekasi untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kita amankan dan ditetapkan sebagai tersangka," ucap Hendra.

Dijelaskan Hendra, dalam modusnya pelaku membuat dokumen tersebut dengan cara, men-scan dokumen asli dari pelanggan lalu disimpan.

Kemudian pelaku mengedit keterangan yang ada di dalamnya menggunakan aplikasi edit foto dan dijual ke orang yang memerlukannya.

"Jadi tinggal ubah namanya sama mengubah waktu pembuatan dan masa berlaku yang tertera di surat hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibody," beber Hendra.

Kegiatan jasa pembuatan kartu vaksin dan hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibody palsu tersebut dilakukan kedua pelaku sejak bulan Juni 2021.

Tarif dari pembuatan dokumen tersebut sebesar Rp 15.000- 25.000 per lembar.

Keuntungan yang sudah diperoleh selama ini sebesar Rp 240.000.

"Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mencari tahu ada tidaknya kegiatan serupa di Kabupaten Bekasi," katanya.

Barang bukti yang diamankan satu unit monitor, satu unit CPU, satu unit keyboard, satu unit mouse, dua printer, mesin scan, tiga lembar kartu vaksinasi, sembilan lembar surat hasil pemeriksaan antigen dan empat lembar surat hasil pemeriksaan antibody.

Kedua pelaku dijerat Pasal 32 Junto Pasal 48 ayat (1) UUD nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 35 Jo pasal 51 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 263 ayat 1 KUHP dan Pasal 268 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan.

"Ancaman hukuman minimal empat tahun maksimal 12 tahun penjara. Berdasarkan fakta-fakta akan dilakukan penyidikan lebih lanjut," paparnya. 

Baca juga: Masih Dibawah Umur Pengendara Moge Tersangka Kecelakaan Maut di Bintaro Jalani Peradilan Anak

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved