Breaking News:

Virus corona

WHO Telusuri Mengapa Varian Delta Jauh Lebih Menular Dibanding Virus Corona Sebelumnya

Dokumen internal dari CDC AS mengungkapkan, varian Delta sama menularnya seperti cacar air dan dapat menyebabkan penyakit parah

Editor: Bambang Putranto
unsplash/Viktor Forgacs
Ilustrasi virus corona dalam animasi 

Wartakotalive.com - Pimpinan teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19 Dr Maria Van Kerkhove pada konferensi pers Jumat (30/7/2021) mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami mengapa varian Delta berpotensi lebih menular dan membuat orang lebih sakit daripada jenis virus corona asli.

Ditemukan pula mutasi tertentu terkait varian Delta, yang lebih mudah menempel pada sel.

"Ada beberapa penelitian laboratorium yang menunjukkan bahwa ada peningkatan replikasi di beberapa model sistem saluran napas manusia," ucapnya, seperti dikutip Tribunnews dari CNBC.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah memperingatkan anggota parlemen AS bahwa penelitian baru menunjukkan varian Delta lebih menular daripada flu babi, pilek dan polio.

Dokumen internal dari CDC AS mengungkapkan, varian Delta sama menularnya seperti cacar air dan dapat menyebabkan penyakit parah.

Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, pada Jumat (30/7/2021).

Mengutip Al Jazeera, laporan CDC mengungkapkan, varian Delta mungkin juga bisa menembus perlindungan yang diciptakan dari pemberian vaksin.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa CDC memutuskan untuk mengembalikan aturan pemakaian masker bagi warga yang sudah menerima vaksin penuh.

Varian Delta tampaknya memiliki jendela transmisi yang lebih lama daripada jenis Covid-19 asli.

Varian ini juga dapat membuat orang tua lebih sakit, bahkan meskipun mereka telah divaksinasi sepenuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved