Breaking News:

Berita Tangerang

Soroti Isu Mafia Tanah, Tokoh Pemuda Nahdiyin Pantura Kabupaten Tangerang: Coreng Nama Baik Wilayah

Soroti Isu Mafia Tanah, Tokoh Pemuda Nahdiyin Wilayah Pantura Kabupaten Tangerang: Coreng Nama Baik Wilayah. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Tokoh Pemuda Nahdiyin Pantura Kabupaten Tangerang Muhammad Yusuf 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Tokoh Pemuda Nahdiyin Pantura Kabupaten Tangerang Muhammad Yusuf angkat suara terkait beredarnya isu mafia tanah.

Menurutnya, narasi mafia tanah yang disampaikan kepada masyarakat memicu stigma negatif atas pembangunan yang terjadi di wilayah utara Kabupaten Tangerang.

"Eksploitasi narasi mafia tanah sengaja di ciptakan kemudian menjadi stigma buruk. Motifnya diduga kuat tidak senang jika wilayah pantura maju menjadi kota mandiri dan taraf ekonomi masyarakatnya meningkat," ujar Yusuf dalam siaran tertulis pada Senin (2/8/2021).

Baca juga: Kasus Dugaan Prostitusi Hotel G2, Plt Wali Kota Jakarta Selatan: Tidak Kita Tolerir

Yusuf mengakui jika di suatu wilayah tentu akan menemukan suatu persoalan tak terkecuali urusan tanah yang dimana ada jalur penyelesaian secara konstitusional.

Namun, ia menilai pihak tertentu mencoba menganggu iklim investasi yang tengah progress dikerjakan dengan menggiring opini bahwa sejak adanya investor di pantura muncul mafia tanah.

"Masyarakat pantura ingin maju, jangan membuat isu mafia tanah di wilayah kami. Saya dengar yang mengembuskan isu itu kan orang pintar, jika memang ada persoalan yah selesaikan dengan jalur secara konstitusional. Jangan ganggu iklim investasi," ungkapnya.

Baca juga: Terbukti Terlibat Dalam Praktik Prostitusi, Pemprov DKI Bakal Cabut Izin Operasional Hotel G2

Lebih jauh menuturkan, narasi mafia tanah yang dilontarkan tersebut bukan berasal dari masyarakat pribumi pantura.

Oleh karenanya, menurut Yusuf sama saja dengan mencoreng nama baik wilayah pantura Kabupaten Tangerang hingga berdampak pembunuhan karakter. 

"Saya rasa Kabupaten Tangerang wilayah pantura sangat tercoreng nama baiknya sampai membunuh karakternya. Orang diluar pantura bicara ada mafia tanah seolah-olah paling tau kondisi wilayah sini," tegas pria pribumi asal Kecamatan Pakuhaji ini.

Baca juga: Gandeng Polisi, Satpol PP Jaksel Dalami Kasus Dugaan Prostitusi Berkedok Pijat di Hotel G2

Di sisi lain, Yusuf mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dimana sudah tepat manggaet investor di wilayah pantura.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved