Breaking News:

Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Minta Warga Menghindari Makan Bersama Karena Jadi Potensi Penularan

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meminta warga menghindari makan bersama karena berpotesi penularan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kombes Hendra Gunawan saat mengunjungi rumah isolasi terpusat di Jababeka Cikarang, pada Senin (2/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meminta warga menghindari makan bersama.

Sebab, makan bersama membuka potensi terjadinya penularan.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengatakan bahwa protokol kesehatan awalnya 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Baca juga: Sepanjang Tsunami Varian Delta, 1.700 Tenaga Kesehatan di Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Kini bertambah menjadi 6M, yakni menghindari makan bersama.

Aturan main protokol kesehatan 6M tertuang di Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 16 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). 

Regulasi ini menyesuaikan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun, Keterisian Tempat Tidur di Rumah Sakit Jakarta Barat Bertambah

"Jadi bukan lagi 5M, tapi 6M. Ditambah menghindari makan bersama," kata Hendra di Cikarang, pada Senin (2/8/2021).

Hendra mengungkapkan makan bersama berpotensi terjadinya penularan Covid-19 lebih tinggi. Sebab, saat makan pasti harus membuka masker.

Dengan dibukanya masker itu sangat rentan dan mudah virus untuk masuk ke hidung maupun mulut.

Baca juga: Dukung Penanggulangan Covid-19, Sentra Vaksinasi Sarana Jaya Jangkau Lebih 10.000 Orang

"Makanya itu 6M, makan bersama dihindari. Jangan dululah makan bersama," jelas dia.

Hendra menambahkan, varian delta sangat mudah menukarkan sehingga jangan sampai melepas masker saat bersama banyak orang. Salah satunya saat makan bersama itu.

"5M itu mutlak dan ditambah satu jadi 6M saat ini. Kita sama-sama tahu kalau varian delta ini dampaknya luar biasa," beber dia.

Baca juga: Waduh, BPS DKI Ungkap WNA Asal Tiongkok Paling Banyak Datang Saat Kasus Covid-19 Meledak di Ibu Kota

Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi dari website https://pikokabsi.bekasikab.go.id/, pada 2 Agustus 2021 pukul 11.00 WIB, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi sebanyak 1.468 diantaranya 136 dirawat di rumah sakit dan 1.332 isolasi mandiri.

Sementara angka kematian sebanyak 481 atau bertambah 7 dibandingkan pada 1 Agustus 2021.
Untuk total kasus kumulatif ada sebanyak 43.409, angka kesembuhan sebanyak 41.460.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved