Breaking News:

Krisis Ekonomi Menghantui Indonesia, Menurut Pengamat Ekonomi Ada Empat Penyebab Utamanya

Didik melihat, rasio utang pemerintah di era pemerintahan Presiden Joko Widodo mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Editor: Lucky Oktaviano
Tribunnews.com
Ilustrasi uang. Indonesia dihantui krisis ekonomi karena kondisi keuangan negara dan APBN dalam kondisi genting. Hal ini semakin tidak sehat jika defisit atau gap antara penerimaan dan pengeluaran semakin lebar. Apalagi jika hal itu sampai tidak bisa dikendalikan. 

“Rasio utang dari jaman Gus Dur, Megawati, kemudian SBY itu diturunkan supaya sehat. Tapi mulai 2014 tidak sehat. Rezim pencipta utang namanya,” ujar Didik dalam diskusi secara virtual, Minggu (1/8/2021).

“APBN ini akan menjadi pintu krisis kalau tidak hati-hati (mengelolanya),” sambungnya.

Baca juga: Ekonom Indef Sebut Pemerintah Gagal Tangani Pandemi Virus Corona yang Memicu Krisis Ekonomi

Ketiga, yang membuat APBN menjadi semakin kritis adalah dana yang mengendap dan bocor di berbagai daerah.

Menurut Didik, mengendapnya dana APBN yang telah dialokasikan di daerah-daerah, dikarenakan tidak berjalannya kegiatan-kegiatan di daerah tersebut imbas adanya pandemi Covid-19.

Keempat, adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN dan juga termasuk pembiayaan untuk BUMN yang sakit.

Baca juga: Awalnya Masalah Kesehatan, Anies Baswedan Sebut Wabah Covid-19 Kini Jadi Krisis Ekonomi

“Pembiayaan PMN ini tidak besar banget, tapi ini cukup mengganggu. Mestinya efisiensi ini harus dilakukan,” ujar Didik.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN hingga semester I 2021 mencapai Rp283,2 triliun.

Angka tersebut setara dengan 1,72 persen dari PDB.

Sementara itu, Kementerian Keuangan memprediksi, APBN 2021 masih akan mengalami defisit hingga Rp1.006,4 triliun.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul , Indonesia Berpotensi Alami Krisis Akibat APBN yang Kritis.
Penulis: Bambang Ismoyo

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved