Breaking News:

Hewan Kurban

Petani Sapi Asal Bima Tertipu Rp 1,4 Miliar Hasil Penjualan Hewan Kurban Iduladha di Kota Depok

Para petani sapi asal Bima, NTB, merasa tertipu dengan penjualan sapi kurban yang jumlahnya hampir Rp 1,4 miliar hasil penjualan saat Iduladha.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Valentino Verry
Petani Sapi Asal Bima Tertipu Rp 1,4 Miliar Hasil Penjualan Hewan Kurban Iduladha di Kota Depok
Warta Kota/Vini Rizki
Para petani sapi asal Bima tengah duduk sembari berbincang mengenai penanganan kasua dugaan penipuan penjualan sapi kurban yang menelan kerugian hingga Rp 1,4 miliar di lokasi bekas lapak sapi Jalan KSU Raya, Kelurahan Tirta Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (1/8/2021).

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Para petani sapi asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), merasa tertipu dengan penjualan sapi kurban yang jumlahnya hampir Rp 1,4 miliar hasil penjualan sapi selama Iduladha.

Petani yang berjumlah 23 orang ini merasa ditipu oleh salah seorang koordinator penjualan sapi berinisial IK, yang diduga telah membawa kabur hasil penjualan puluhan ekor sapi yang didatangkan langsung dari Bima itu.

Baca juga: Anies Baswedan Beri Bukti Vaksin Covid-19 Ampuh, Begini Datanya

Salah seorang pedagang, Abdulloh mengatakan dirinya dan petani lain sudah mencoba menghubungi IK untuk menanyakan pembayaran hasil penjualan tersebut.

"Kami sudah mencari-cari keberadaan dia, kami coba telepon tapi nomornya tidak aktif. Sampai sekarang tidak ada kejelasan dari dia kapan akan di bayar karena menghilang begitu saja," kata Abdulloh kepada wartawan di bekas lapak sapi Bima di Jalan KSU Raya, Kelurahan Tirta Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (1/8/2021).

Awalnya pada Jumat, 23 Juli 2021 lalu, IK menjanjikan kepada para pedagang bahwa dirinya akan memberikan hasil penjualan pada Senin, 24 Juli 2021.

Namun hingga kini, para petani itu tak juga mendapatkan apa yang telah menjadi hak mereka.

Baca juga: Anies Baswedan Tegaskan Meski Angka Covid-19 Turun, Jakarta Belum Masuk Zona Aman

Dikatakan Abdulloh, IK berperan sebagai koordinator penjualan sapi di Kota Depok.

Di mana semua pembayaran dipusatkan kepadanya untuk nantinya akan diberikan kepada para petani setelah penjualan selesai dilakukan atau seusai lebaran Idul Adha 2021.

Seperti yang dikatakan Abdulloh bahwa IK merupakan mantan anggota TNI yang dipecat kemudian dipercaya para petani sapi Bima yang sudah tiga tahun terakhir ini dipercayakan sebagai koordinator penjualan sapi kurban.

Dengan adanya kasus ini, Abdulloh mengaku pihaknya akan segera melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib melalui Polres Metro Depok.

"Rencananya besok (2/8/2021) kami akan membuat laporan ke polisi," ujarnya.

Baca juga: Anteraja Gelar Vaksinasi Mandiri bagi 10.000 Karyawan dan Masyarakat Umum di Area Jabodetabek

"Kami berharap masalah ini bisa segera diselesaikan secepatnya, kami hanya meminta hak kami diberikan karena kami di sini juga sudah enggak punya uang, jangankan untuk pulang ke Bima, untuk makan saja kami tidak punya uang," imbuhnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved