Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Kejar Herd Immunity dan Pemulihan Ekonomi, Asosiasi Bank Syariah Gelar Vaksinasi Covid-19

Kejar Herd Immunity dan Pemulihan Ekonomi, Asosiasi Bank Syariah Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Suasana vaksinasi covid-19 yang digelar Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) di Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan pada Minggu (1/8/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kejar target herd immunity dan pemulihan ekonomi, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengadakan vaksinasi Covid-19 secara serentak.

Kegiatan yang digelar di Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan ini menyasar sebanyak 1.000 orang untuk disuntik vaksin.

Ketua Asibisindo DPW Jabodetabek Muhammad Hadi Maulidin Nugraha mengatakan, sebanyak 600 penerima vaksin merupakan kelompok keluarga besar Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), sedangkan 400 orang untuk umum termasuk para mahasiswa dan dosen Universitas Budi Luhur.

“Sesuai arahan dari OJK, maka target vaksinasi ini dibagi menjadi dua kelompok. Pembukaan sentral vaksin hasil kolaborasi ini diharapkan bisa memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses dan pelayanan vaksin,” kata Hadi berdasarkan keterangannya pada Senin (1/8/2021).

Baca juga: Kasus Dugaan Prostitusi Hotel G2, Plt Wali Kota Jakarta Selatan: Tidak Kita Tolerir

Hadi mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari industri keuangan syariah dalam mendukung dan membantu program pemerintah pusat.

Seperti diketahui, pemerintah pusat mulai menggalakkan program vaksinasi sejak 13 Januari 2021 lalu, dengan tujuan mempercepat herd immunity (kekebalan kelompok).

Dengan begitu, tingkat keparahan dan kematian warga akibat Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Pandemi yang disebabkan virus corona telah memberikan penurunan ekonomi secara drastis, termasuk dunia perbankan yang di dalamnya ada BPRS. Oleh karena itu, kami mengambil bagian dari program Vaksinasi Nasional sebagai upaya melakukan pemulihan ekonomi,” ujar Hadi.

Baca juga: Terbukti Terlibat Dalam Praktik Prostitusi, Pemprov DKI Bakal Cabut Izin Operasional Hotel G2

Menurutnyua, pandemi corona yang telah berjalan selama 1 tahun ini telah berdampak buruk kepada para karyawan, perusahaan hingga nasabah.

Ada banyak karyawan yang harus terpapar virus ini, dan untuk nasabah sendiri, banyak yang mengalami kerugian dan penutupan usaha sehingga mengganggu pertumbuhan keuangan BPRS.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved